Cerita Amien Rais soal Menteri Paling Setia Dampingi Soeharto

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Senin, 21/05/2018 20:15 WIB
Cerita Amien Rais soal Menteri Paling Setia Dampingi Soeharto Amien Rais mengungkapkan hanya ada satu menteri yang setia mendampingi Soeharto hingga akhir kekuasannya. (REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tokoh reformasi Amien Rais menyatakan hanya ada satu menteri yang setia mendampingi Soeharto sehari sebelum lengser dari jabatannya sebagai presiden pada 21 Mei 1998. Informasi itu diperolehnya dari beberapa dokter kepresiden saat itu.

Amien mengatakan beberapa dokter kepresidenen menemui dirinya dua hari setelah Soeharto lengser di kantor PP Muhammdiyah, Jakarta. Kala itu, mereka mengatakan Soeharto hanya ditemani Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursjid.

"Tidak ada satu menteri pun yang masih mendampingi Pak Harto, kecuali Pak Saadillah Mursjid," ujar Amien dalam acara bertema '20 Tahun Refleksi Reformasi' yang digelar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5).



Amien mengatakan seluruh menteri kecuali Saadillah meninggalkan Soeharto. Mereka tidak mendampingi di saat Soeharto mengalami masa sulit.

Amien memaklumi sikap para menteri Soeharto saat itu. Ia juga sekaligus mengapresiasi kesetiaan Saadillah mendampingi Soeharto.


"Itu watak manusia ya. Jadi ketika Pak Harto masih jaya, semua bergerumul. Begitu beliau mau step down tinggal makhluk atau hamba Allah yang namanya Saadillah," ujarnya.

Atas kondisi itu, Amien mengingatkan semua pihak untuk hati-hati dalam berkawan, terutama dalam politik.

Detik-detik Soeharto Lengser

Amien mengatakan Soeharto sejatinya sudah berniat mengundurkan diri sebagai presiden sehari sebelum lengser. Niat itu muncul karena desakan mahasiswa dan masyarakat yang menginginkan reformasi saat itu.

Amien menilai saat itu Soeharto sudah tidak punya peluang menjabat sebagai Presiden. Bahkan, Ketua MPR saat itu Harmoko mengatakan demikian.

Setelah niat itu diamini Soeharto, Amien mengaku didatangi oleh Yusril Ihza Mahendra selaku perwakilan pemerintah. Yusril datang dengan pengawalan pasukan pengamanan Wakil Presiden.

Soeharto saat menyatakan mundur dari jabatan presiden. (REUTERS)

Ia berkata Yusril menyampaikan pesan dari Soeharto agar B.J Habibie menjabat sebagai Presiden.

"Pak Yusril mengatakan Mas Amien saya ada pesan dari Pak Harto, jadi Pak Harto tanya kepada Anda (Amien) kalau besok mau menyatakan pidato lengser apakah Pak Amien setuju yang menggantikan Pak Habibie," ujar Amien.


Mendengar pesan itu, Amien mengaku sepakat. Ia menyebut hal itu merupakan amanah konstitusi.

"Sampikan salam saya kepada Pak Harto, saya dan teman-teman setuju Insya Allah kita akan menyambut dengan senang hati," ujarnya.

Beberapa jam usai meninggalkan kediamannya, Amien mengaku Yusril menghubunginya. Ia berkata Yusril bingung soal lokasi serah terima jabatan presiden dari Soeharto kepada Habibie.


Sebab, Yusril berkata saat itu Gedung MPR yang sejatinya menjadi lokasi pelantikan dipenuhi oleh massa.

Amien mengatakan serah terima dapat dilakukan di mana saja. Pasalnya ia menilai serah terima jabatan merupakan hal inti dari peristiwa saat itu.

"Di mananya tidak penting," ujar Amien.

Usai arahan Amien, Soeharto akhirnya melakukan serah terima jabatan kepada Habibie di Istana Negara. Dalam agenda itu, sejumlah petinggi negara hadir.

[Gambas:Video CNN] (DAL)