Radius 3 Km dari Puncak Merapi Dikosongkan

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 09:57 WIB
Radius 3 Km dari Puncak Merapi Dikosongkan Gunung Merapi mengeluarkan asap putih saat terjadi letusan freatik, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (11/5). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta mengosongkan aktivitas masyarakat pada radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi setelah status gunung api itu dinaikkan dari normal menjadi waspada.

"Sekarang di radius 3 kilometer semua sudah sudah kosong dari aktivitas warga," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan di Yogyakarta, Selasa (22/5).


Meski rekomendasi pengosongan aktivitas hanya sampai radius 3 km, banyak penduduk yang tinggal di radius 5 km dari puncak merapi melakukan evakuasi mandiri setelah letusan freatik kembali terjadi, Selasa (22/5) pukul 01.47 WIB. 




Wahyu mengaku sudah menyiapkan sejumlah barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Balai Desa Baru Argomulyo, PNPM Glagaharjo, SD Tritis, Balai Desa Wonokerto, di Kabupaten Sleman. Sejumlah kebutuhan juga telah didistribusikan.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah menaikkan status normal Gunung Merapi menjadi waspada.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan guna mencegah hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat kawasan lereng Gunung Merapi.

Rekomendasi tersebut meliputi kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Kemudian radius tiga kilometer dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandasnya.

(arh/sur)