Jokowi Ingatkan Anies: Jakarta Mahal Kalau Sakit, Pak Gub

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 17:01 WIB
Presiden Joko Widodo membeberkan biaya kesehatan yang masih mahal saat bertemu para pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS). Presiden Joko Widodo memberi tahu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa biaya kesehatan di Jakarta cukup mahal. (CNN Indonesia/Yohannie Linggarsari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memberi tahu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa biaya kesehatan di Jakarta cukup mahal. Hal itu disampaikan saat Jokowi bertemu sejumlah pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).

"Ada yang di Jakpus Rp435 juta. Harus dibayar itu kewajiban pemerintah. Di Jakarta Pusat ada yang Rp365 juta. Ya, dibayar. Jakarta mahal-mahal kalau sakit, Pak Gub. Memang Jakarta mahal," ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5).

Dalam acara itu, Anies tidak hadir sendiri. Turut hadir pula sejumlah perwakilan dari beberapa daerah lainnya seperti Gorontalo, Papua Barat, serta Aceh.



Jokowi bercerita selama kunjungan kerja ke sejumlah daerah, ia kerap mendapatkan angka fantastis yang ditanggung pemerintah terkait biaya kesehatan masyarakat.

Selain Jakarta, Presiden juga menerima informasi biaya kesehatan di Karang Anyar mencapai Rp1,098 miliar untuk mengobati penyakit hemophilia. Selain itu, biaya yang harus dibayar satu orang penerima manfaat di Tanjung Pinang sebesar Rp624 juta.

Di Denpasar, pemerintah juga menanggung Rp467 juta guna menyembuhkan penyakit Talasemia dan Rp50 juta untuk tumor.

"Nah, ini tugas pemerintah memang harus dikerjakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Tapi kami harap semua rakyat sehat," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan kepada seluruh masyarakat termasuk penerima manfaat agar menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta menjaga waktu istirahat. Di sisi lain, pemerintah bakal terus memastikan seluruh warganya agar mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Jangan sampai saya nanti ngecek ke RS ada yang mengeluh ke saya karena dipersulit, dihambat. Itu saya enggak mau. Pasti akan saya kejar kenapa dipersulit kenapa dihambat. Saya cari pasti," tegas Jokowi. (pmg)