Jokowi Minta Keseimbangan Pencegahan dan Penindakan Terorisme

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 16:56 WIB
Jokowi Minta Keseimbangan Pencegahan dan Penindakan Terorisme Jokowi menilai, aparat selama ini lebih mengedepankan tindakan represif dalam menanggulangi terorisme. Jokowi ingin pencegahan juga dikedepankan biar seimbang. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyoroti minimnya pencegahan terorisme di Indonesia. Menurut Jokowi, aparat selama ini lebih mengedepankan cara represif dalam menanggulangi terorisme.

"Pendekatan hard power jelas sangat diperlukan. Tapi itu belum cukup. Sudah saatnya menyeimbangkan dengan pendekatan soft power," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Selasa (22/5).

Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas sore ini. Jokowi menyatakan rentetan teror yang terjadi di Indonesia belakangan ini juga terjadi di banyak negara. Terorisme kini dianggap menjadi musuh bersama.



Langkah preventif, kata Jokowi, tak hanya melalui deradikalisasi bekas narapidana terorisme. Presiden menginstruksikan seluruh pembantunya mencegah sedini mungkin melalui seluruh lembaga terutama pendidikan serta ruang publik dari penyebaran ajaran terorisme.

"Langkah preventif ini jadi penting ketika melihat serangan teror bom bunuh diri di Surabaya yang melibatkan keluarga dan anak di bawah umur," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Instruksi itu disampaikan langsung kepada Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Kepala BNPT Suhardi Alius di sana.


Jokowi berpendapat pencegahan sama pentingnya dengan penanggulangan melalui penegakkan hukum, membongkar jaringan hingga ke akar penting.

"Ini peringatan kepada semuanya, betapa keluarga sudah menjadi target indoktrinasi terorisme," ujar dia. (osc)