Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan S menyesali perbuataannya di media sosial yang telah viral.
"Yang bersangkutan juga menyesali perbuatannya dan dia tidak bermaksud untuk menghujat Bapak Presiden dan dia juga tidak membenci Presiden," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman video yang diambil dengan kamera ponsel tersebut terlihat S yang berkacamata tampil dengan bertelanjang dada. Dia berbicara dengan memegang dan menunjuk foto Jokowi. S berkata "Gue tembak kepalanya, gue pasung. Ini kacung gue ternyata."
"Itu video tiga bulan lalu. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu, artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap," tuturnya.
Tidak hanya S, Argo mengatakan pihaknya juga masih mendalami keterangan yang diberikan oleh perekam video tersebut. "Ya nanti sedang kita dalami, ya," ucapnya.
S ditangkap polisi di kediamannya di wilayah Jakarta Barat. Namun karena masih berusia di bawah umur, S didampingi oleh orang tuanya saat penangkapan dan pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. (wis/sur)