"PTN itu menurut saya sudah hampir kena semua (paham radikalisme), dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal-tipisnya bervariasi," kata Hamli dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).
BNPT membeberkan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) sudah disusupi paham radikal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PTN dan PTS yang banyak kena itu di fakultas eksakta dan kedokteran," ungkap Hamli.
Cendekiawan muslim Azyumardi Azra punya cerita serupa. Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta bahkan menyebut kampus sebagai tempat bersarang paham radikal.
"Sarang terorisme itu justru di perguruan tinggi umum. Kalau kita lihat gejalanya memang menganut paham radikalisme," ucap Azyumardi di tempat yang sama.
Azyumardi Azra sebut kampus negeri sudah terpapar radikalisme. (Adhi Wicaksono) |
Azyumardi juga menceritakan pengalaman putrinya di UI yang kerap diajak bergabung oleh kelompok mahasiswa yang ia duga berpaham radikal.
"Putri saya gagal direkrut karena sering kontak bapaknya," ucap sang profesor dengan sedikit bercanda.
Azyumardi meminta pemerintah membenahi lingkungan kampus. Salah satu cara yang ia usulkan adalah melatih kembali tenaga pengajar soal nilai kebangsaan.
Azyumardi Azra sebut kampus negeri sudah terpapar radikalisme. (Adhi Wicaksono)