Pihak pengelola telah menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi bangunan Candi Borobudur dari dampak erupsi Merapi.
"Semenjak BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi kami bersama Balai Konservasi Candi Borobudur telah menyiapkan langkah pengamanan dan antisipasi untuk melindungi bangunan Candi Borobudur," kata Sekretaris Perusahaan PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Ahmad Muchlis, dikutip Antara, Senin (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap pengunjung ke Candi Borobudur, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," katanya.
Lihat juga:Wisatawan di Sekitar Gunung Merapi |
Muchlis mengatakan, upaya tersebut sebagai usaha menyelamatkan Candi Borobudur yang akan didahulukan jika nantinya status Merapi dinaikkan ke level III (Siaga) atau level IV (Awas).
"Harapan kami aktivitas Gunung Merapi kembali normal dan tidak sampai berdampak terhadap Candi Borobudur," katanya.
"Tidak terlalu banyak, tipis saja. Akan dibersihkan secara manual dengan disapu dan menggunakan vacum cleaner," kata Kepala Seksi Pelayanan Konservasi BKB Iskandar.
Sebelumnya BPPTKG Yogyakarta menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari level I (Normal) menjadi level II (Waspada), Senin (21/5) pukul 23.00 WIB.
Peningkatan status Normal menjadi Waspada tersebut disebabkan terjadinya beberapa kali letusan freatik disertai gempa vulkanik tektonik serta gempa tremor yang berulang kali. (osc)