Ngabalin Minta PA 212 dan Amien Rais Tak Kebelet Memimpin

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 20:49 WIB
Ngabalin Minta PA 212 dan Amien Rais Tak Kebelet Memimpin Ali Mochtar Ngabalin meminta PA 212 dan Amien Rais tak buru-buru mengganti presiden. (Detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin berharap Persaudaraan Alumni (PA) 212 serta Ketua Dewan Pembinanya, Amien Rais untuk tak buru-buru ingin mengganti Presiden. Ngabalin mengatakan, 2019 tak elok disebut sebagai batas akhir kepeimpinan Joko Widodo karena ia berhak kembali dicalonkan.

"Sabar-sabar, yang kebelet memimpin, berkuasa, sabar-sabar sedikit. Belanda masih jauh," kata Ngabalin di Gedung Bina Graha, Rabu (30/5).

Ngabalin menegaskan PA 212 bukan partai atau wadah politik, melainkan sebuah wadah mengumpulkan semangat serta roh perjuangan dari seluruh Indonesia ke Jakarta saat aksi dua tahun lalu. 

Hal ini disampaikan sebab PA 212 mulai memunculkan nama untuk diusung sebagai calon presiden. Di antara nama-nama tersebut ada nama Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.


Sikap itu diberikan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PA 212 di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jawa Barat, kemarin (29/5).

"Saya ingin mengatakan tidak boleh organisasi itu dipakai untuk kepentingan politik, kepentingan sesaat, kepentingan birahi, kekuasaan politik siapa pun, termasuk kepada Ketua Dewan Pembina Pak Amien Rais," ujarnya. 

Ia menyatakan Jokowi merupakan Presiden yang sah dipilih rakyat dan tetap bakal memimpin sampai 2019. Sehingga, sebagai simbol negara Jokowi harus dihormati. 

"Karena itu tidak pantas disebut 2019 batas waktu kepemimpinan Presiden Jokowi. Insyaallah setiap warga berhak dan berwenang mencalonkan diri kembali," kata mantan Politikus PBB ini. 

Oleh sebab itu, ia mengimbau semua pihak terutama yang saat ini berada di luar pemerintah dapat berlaku atau mengkritik pemerintah dengan bijak.

Kepada Amien Rais, Ngabalin berharap ia bisa menjaga tutur katanya dengan baik. Apalagi dengan status tokoh dan guru bangsa yang disematkan sejumlah pihak. Amien juga diharapkannya bisa menempatkan etika dan moral dalam berpolitik sebagai pendidikan untuk generasi muda. (sur)