Jokowi Tunjuk Moeldoko Jadi Perantara Massa Aksi Kamisan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 17:54 WIB
Jokowi Tunjuk Moeldoko Jadi Perantara Massa Aksi Kamisan Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan tertutup bersama massa Aksi Kamisan di Istana Merdeka. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mempersilakan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat berkomunikasi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko guna menindaklanjuti pertemuan sore ini.

Hal itu disampaikan Maria Catarina Sumarsih, ibu mendiang Benardinus Realino Norma Irawan mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I.

"Bapak Presiden meminta kami 'mengejar-ngejar' Bapak Moeldoko seandainya Bapak Presiden memberikan pengakuan terjadinya pelanggaran," ujar Sumarsih di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (31/5).


Sumarsih menegaskan pertemuan ini bukan hanya untuk bertemu dan mengobrol bersama Presiden Jokowi melainkan mendapatkan solusi menyelesaikan kasus yang mandek hingga puluhan tahun.

Bersamanya, turut hadir 19 anggota keluarga korban Tragedi Semanggi I dan II, Trisakti, Talangsari, Munir, Tanjung Priok, Tragedi 1965-1968, dan Tragedi Penghilangan Paksa 1997-1998.

Dalam pertemuan tadi, Jokowi memang didampingi Moeldoko, Juru Bicara Presiden Johan Budi, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, serta Stafsus Adita Irawati.

Menko Polhukam Wiranto dan Jaksa Agung Prasetyo yang menjadi rekan kerja Komnas HAM tidak terlihat mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu.

Sumarsih mengatakan dalam pertemuan itu presiden meminta waktu untuk mempelajari berkas serta hal-hal yang disampaikan langsung keluarga korban pelanggaran HAM.


"Harapan kami, memang Bapak Presiden masih harus mempelajari, tapi kan yang membantu, Bapak Presiden menginstruksikan Jaksa Agung berkoordinasi dengan Komnas HAM," ucapnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan Presiden Jokowi sejak lama ingin bertemu keluarga korban demi mendengar langsung keluhan mereka.

"Presiden sampaikan sudah dua kali upaya itu diusahakan tapi tidak tahu miss-nya di mana. Ketika mendengar dari Pak Usman, Presiden merespons dan diatur pertemuan," kata Johan.

Johan mengatakan Presiden menginstruksikan Moeldoko sebagai perantara agar keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu dapat mengetahui perkembangan dengan mudah terkait kasus pelanggaran HAM.

(pmg/ugo)