Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal membenarkan WD menyerahkan diri usai menghilang dan bersembunyi. Polisi menyebut WD menyerahkan diri usai polisi melakukan pendekatan dengan keluarga.
"Iya benar, terduga teroris berinisial WD menyerahkan diri. WD menghilang dari kediamannya, sehingga saya melakukan pendekatan dengan pihak keluarga, berbicara dengan istrinya bahwa WD tersebut bersalah, lambat laun istrinya menyadari, sehingga WD menyerahkan diri pada Mapolres Probolinggo Kota," kata Alfian, Jumat (1/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga ia ahli dalam merakit elektronik, karena ia ahli servis ponsel. Terduga teroris WD ini langsung dibawa oleh Densus 88 ke Polda Jatim beserta barang buktinya," jelas Alfian.
"Saya terus terang kaget mas, ternyata ia terduga teroris, pantas ia jarang sekali membaur dengan warga. Saya dulu pernah memergoki di rumahnya mengadakan pengajian yang datang orang-orang bercadar dan berjenggot," katanya.
Perasaan campur aduk, mulai dari takut, lelah, resah hingga galau dialami oleh terduga teroris itu hingga pada akhirnya datang dengan sendirinya ke kantor polisi.
"Sampai dengan saat ini sejak peristiwa pengeboman di Surabaya, sudah 41 orang telah dilakukan penindakan, 4 orang diantaranya tewas ditembak, karena berusaha melawan saat akan ditangkap. Bahkan satu diantaranya menyerahkan diri, di Probolinggo, ke kantor polisi, karena merasa dikejar-kejar, dan sekarang ditahan," ucap Tito. (dik/osc)