Jika pun ada perbedaan, menurut dia sudah menipis termasuk kepada Partai Golkar.
"Dahulu perpolitikan kita selalu dikenal ada partai nasional ada partai agama. Sekarang situasi itu perbedaannya makin kecil," kata JK di kantor DPD I Partai Golkar, Cikini, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu ia menginginkan agar ke depannya semua pihak dapat membuat sesuatu menjadi lebih baik tanpa mementingkan perbedaan, khususnya soal ideologi partai.
Golkar memang baru mengalami pergantian kepemimpinan dari Setya Novanto ke Airlangga Hartarto. Setnov tak lagi menjabat Ketua Golkar setelah terjerat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.
Namun JK tak menjelaskan alasan pernyataannya soal kondisi partai. Ia hanya melihat perbaikan dalam partai salah satunya dari suasana kantor Golkar.
Menurut JK, suasana di kantor Golkar sudah berbeda dibanding suasana sebelumnya.
"Ini menandakan dinamika, ada pembaharuan. Beginilah kalau kita tinggalkan masa lalu menuju masa depan tapi tetap mempunyai sejarah masa lalu," ujar dia. (wis)