YLKI Sebut Rencana Mogok Kru Garuda Langgar Hak Pelanggan

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Senin, 04/06/2018 06:34 WIB
YLKI Sebut Rencana Mogok Kru Garuda Langgar Hak Pelanggan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyatakan jika terjadi aksi mogok total justru bakal merugikan maskapai Garuda Indonesia. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai rencana mogok Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) akan merugikan konsumen karena akan mengganggu pelayanan secara keseluruhan. Mereka juga menganggap hal itu nantinya berakibat pelanggaran terhadap hak konsumen.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan rencana mogok total Sekarga dan APG merupakan bentuk nyata pelanggaran hak konsumen. Sebab, konsumen sendiri berhak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan ketika meggunakan jasa penerbangan.

"YLKI bisa menghargai rencana mogok tersebut, jika tidak berimbas pada aspek pelayanan pada konsumen," ungkap Tulus dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (3/6).
Selain itu, Tulus menyatakan aksi mogok itu juga akan menambah kerugian bagi PT Garuda Indonesia Tbk. Bahkan, bukan tak mungkin masyarakat akan berhenti menggunakan Garuda Indonesia sebagai transportasi udara.


"Dengan aksi mogok total tersebut, justru akan mengakibatkan Garuda Indonesia makin kerdil dan ditinggalkan konsumennya," kata Tulus.

Apalagi, jelang mudik Lebaran ini tentu banyak masyarakat yang sudah membeli tiket untuk kembali ke kampung halamannya atau berlibur.

YLKI meminta agar Sekarga dan APG tidak mogok total, khususnya pada momen mudik Lebaran. Selain itu, Tulus juga menyarankan agar pekerja melakukan negosiasi dengan manajemen Garuda Indonesia tanpa harus mengorbankan hak konsumen.
"Kemudian pihak Garuda Indonesia secara sistemik memperbaiki layanan sehingga tidak terdengar lagi keluhan-keluhan konsumen," ujar Tulus.

Tak sampai di sana, Tulus juga berpendapat pemerintah perlu berperan mendamaikan pekerja dengan manajemen Garuda Indonesia dengan ikut mendengarkan aspirasi Sekarga dan APG, misalnya pendapat mereka terkait kebijakan yang diambil oleh Garuda Indoensia.

"Jangan bongkar pasang direksi tanpa menyerap aspirasi stakeholder utama Garuda Indonesia, baik stakeholder internal dan atau eksternal," ujar Tulus.

Sebelumnya, APG mengklaim 1.300 pilot dan lima ribu kru Garuda Indonesia akan mogok kerja dalam waktu dekat.
Presiden APG Kapten Bintang Handono mengatakan aksi mogok adalah jalan satu-satunya untuk melakukan misi penyelamatan perusahaan yang semakin terpuruk. Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah memanggil Sekarga dan APG terkait rencana mogok kerja tersebut. Luhut khawatir hal itu akan mengganggu ketertiban umum dan mengganggu hak-hak pelayanan konsumen. Luhut pun menginstruksikan mengutamakan jalan dialog dengan manajemen.

Sementara, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury memastikan layanan operasional penerbangan jelang lebaran tetap berjalan normal, karena APG dan Sekarga telah berjanji tidak melaksanakan aksi mogok pada periode sibuk libur Lebaran tahun ini. (ayp/ayp)