Rumah Cendana Soeharto Bakal Jadi Museum

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 05/06/2018 03:39 WIB
Rumah Cendana Soeharto Bakal Jadi Museum Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut mengatakan bahwa rumah kediaman ayahnya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta bakal dijadikan museum. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut mengatakan bahwa rumah kediaman ayahnya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta bakal dijadikan museum.

Menurut Tutut, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat.

"Ini insyaallah akan kami buat menjadi museum karena masyarakat banyak yang minta. Sehingga nanti mereka tahu seperti apa kehidupan Pak Harto," ucap Tutut di kediaman ayahnya, Menteng, Jakarta, Senin (4/6).


Tutut mengatakan bahwa generasi muda nantinya dapat mengetahui ruangan yang digunakan Soeharto sehari-hari, di dalam rumah Cendana. Baik yang digunakan bersama keluarga, untuk bekerja, maupun ruangan yang digunakan untuk menjamu tamu kenegaraan.
Selain itu, lanjut Tutut, masyarakat juga memahami kehidupan Soeharto yang sederhana. Tidak bermewah-mewahan seperti yang dibayangkan sejumlah pihak. Menurutnya, Soeharto dan istri yakni Ibu Tien memang hidup sederhana.

"Tidak seperti orang bilang uangnya nggak habis-habis. Uang tidak habis-habis itu punya apa-apa, saya tidak punya," ucap Tutut.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, rumah yang akan dijadikan museum berlokasi di Jalan Cendana No. 8. Di dalamnya terdapat ruang keluarga, ruang kaca, dan ruang tempat Soeharto menerima pejabat negara untuk membicarakan urusan pemerintahan.

Di dalam ruang keluarga terpampang banyak foto dan lukisan Soeharto bersama Ibu Tien. Baik Soeharto muda maupun yang sudah tua. Tidak sedikit pula pajangan berupa guci besar, gading gajah, serta benda-benda berbahan dasar keramik yang penuh dengan motif.
Langit-langit rumah Soeharto juga tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 2-2,5meter. Meski begitu, di dalam terasa sejuk. Meski begitu, Tutut belum bisa memastikan kapan rumah sang ayah bakal dibuka untuk umum sebagai museum.

"Dan ruang kaca ini akan tetap kami gunakan untuk kegiatan sosial seperti kegiatan tarawih Tadarus di bulan Ramadan," ucap Tutut. (age/age)