Cerita Sopir Bus Lewatkan Lebaran Hari Pertama Karena Tugas

FHR, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 11:32 WIB
Cerita Sopir Bus Lewatkan Lebaran Hari Pertama Karena Tugas Sopir bus angkutan lebaran jadi salah satu profesi yang membuat mereka melewatkan momen lebaran bersama keluarga karena tugas mengantar pemudik. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Berkumpul bersama seluruh keluarga menjadi momen yang ditunggu saat Hari Raya Idul Fitri. Namun, tradisi itu tidak bisa dirasakan mereka yang menjalankan tugas.

Seperti yang akan dialami Udin, salah satu pengemudi perusahaan otobus (PO) tujuan Jakarta-Kuningan, Jawa Barat. Pada hari raya tahun ini dirinya harus masuk bekerja mengantar penumpang.

"Kalau mau dibilang sedih, ya sedih. Namanya hari raya kan harusnya kumpul sama keluarga," kata Udin saat ditemui di terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (13/6).


Pria asal Indramayu ini menuturkan, dirinya harus bertugas karena sebagian teman-temannya sesama pengendara mengambil waktu libur. Sedangkan di sisi lain, masih ada penumpang yang bepergian dari Jakarta menuju Kabupaten Kuningan, Jawa Barat atau sebaliknya yang menjadi rute jurusan bus yang disopiri Udin.


Lantaran harus bertugas, Udin mengatakan istri dan anak-anaknya akan lebih dulu merayakan Idul Fitri di salah satu rumah keluarganya di Kuningan. Pada hari kedua lebaran, ia akan menyusul ke sana.

Meskipun tidak bisa ikut berkumpul di hari pertama lebaran, namun Udin tidak menyesal. Sebab, dari pekerjaan yang dilakukan hari itu akan ada upah yang diterimanya.

"Kan hari raya jarang mobil berangkat tapi penumpang masih ada. Jadi lumayan saya ada pemasukan," kata Udin.

Udin menceritakan, ada perbedaan membawa penumpang di saat hari raya dengan sebelum hari raya. Menurut dia, kondisi jalan ketika hari raya cukup lengang. Kondisi seperti ini diakui Udin banyak meringankan tugasnya.

"Enggak capek nyetirnya kalau sepi. Kalau sebelum lebaran, rame," kata Udin.


Sopir bus lain yang ditemui di terminal itu, Samsuri, mengatakan dirinya memilih bekerja pada hari terakhir puasa sehingga di saat hari raya mendapat libur.

"Jadwal saya pas ngepasin berangkat malam takbiran dari Jakarta. Kalau perjalanan lancar, sampai Jepara pas subuh," kata Samsuri.

Namun jika arus lalu lintas padat, kata Samsuri, waktu tempuh untuk sampai Jepara bisa lebih lama. Bahkan suatu kali ia mengaku pernah sampai di Jepara pada siang hari.

Ia menuturkan, mengendarai bus selama bulan puasa lebih berat dari pada hari biasanya. Apalagi mendekati hari raya karena kondisi jalanan biasanya macet. Ia mengakui ada beberapa hari dirinya tidak berpuasa di bulan Ramadan tahun ini. (osc/kid)