Spanduk Unik: Dilarang Ngebut, Penggali Kubur Mudik Lebaran

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 13/06/2018 20:25 WIB
Spanduk Unik: Dilarang Ngebut, Penggali Kubur Mudik Lebaran Spanduk di sepanjang jalur Puncak, Bogor. (Dok. Polres Bogor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah baliho dan spanduk unik terpasang di sepanjang jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Spanduk berisi imbauan terhadap para pemudik dan wisatawan yang melintas di jalur tersebut, sengaja dipasang oleh polisi untuk mengingatkan para pengendara tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Spanduk dan baliho itu berisi tulisan-tulisan yang diharapkan dapat mengundang perhatian pengendara. Sebut saja, baliho bertuliskan kalimat, "Dilarang ngebut...penggali kubur sudah pada mudik Lebaran" atau "Jangan kebut-kebutan emang mau Lebaran di rumah sakit."

Selain itu, "Jangan karena ditinggal mantan malah kebut-kebutan," dan "Sein ke kiri belok ke kanan, Emak Jahat".  Ada juga kalimat lainnya "Melawan orang tua aja dosa apalagi melawan arus, bisa mati."


Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby mengatakan ide tulisan-tulisan unik di baliho tersebut merupakan inisiatifnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk imbauan kepada pemudik agar lebih mentaati peraturan lalu lintas.

"Idenya dari saya. Baliho berada di sepanjang jalur puncak," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/6).

Hasby mengaku selama ini tulisan-tulisan terkait berkendara disampaikan dengan kata-kata yang seringkali tidak dibaca oleh pengendara.
'Dilarang Ngebut, Penggali Kubur Sudah Mudik Lebaran'Spanduk di sepanjang jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. (Dok. Polres Bogor).
Dia berharap lewat baliho itu masyarakat memahami bahaya yang diakibatkan dari pelanggaran lalin melalui sepenggal kalimat.

Dengan pemasangan baliho itu, Hasby berharap sejumlah pengendara mau mematuhi peraturan lalu lintas sehingga kecelakaan bisa terhindarkan.

"Alasan kita membuat baliho itu adalah agar masyarakat lebih paham, kemudian yang mudik juga bisa tertawa dan melihatnya dengan jelas karena kan selama ini imbauan itu hanya sebatas kalimat yang biasa saja. Mudah-mudahan orang mengerti dan menerima," tuturnya.

Hasby mengatakan terdapat 30 baliho yang sudah dipasang di sepanjang jalur puncak. Hasby mengatakan pemasangan baliho itu dimulai dari Gadog hingga Rindu Alam.



(ugo/asa)