FOTO: Hari-hari Tanpa Radikalisme di Pesantren Tua Jawa

, CNN Indonesia | Rabu, 13/06/2018 17:23 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Saat Ramadan, Pesantren Lirboyo di Jawa Timur membuka sesi khusus untuk memahami Alquran lebih dalam untuk 21 ribu santrinya.

Di Lirboyo, Jawa Timur para santri tak sekadar menahan lapar, haus dan hawa nafsu saat Ramadan. Murid-murid salah satu pesantren tertua di Indonesia itu juga belajar agama. (REUTERS/Beawiharta)
Pada bulan penuh berkah itu, mereka lebih mendalami dan mengaplikasikan Alquran. (REUTERS/Beawiharta)
Salah satu hal yang dipelajari lebih dalam adalah perlawanan terhadap radikalisme, seperti terorisme, yang setelah pengeboman belakangan isunya marak di Indonesia. (REUTERS/Beawiharta)
Kepala Sekolah Pesantren Lirboyo Ahmad Zulfa Sholeh menuturkan mereka fokus pada bagaimana memaknai Alquran sehingga bisa menjadi pembentuk karakter yang baik. (REUTERS/Beawiharta)
Ia menegaskan bahwa Pesantren Lirboyo tidak setuju terhadap radikalisme. Katanya, sesama Muslim seharusnya tidak memerangi sesamanya, melainkan saling melindungi. (REUTERS/Beawiharta)
Di pesantren itu, mereka fokus pada toleransi dan menghargai perbedaan. (REUTERS/Beawiharta)
Pesantren Lirboyo juga mengajarkan santrinya berbahasa Arab, meski bahasa pengantarnya masih bahasa Jawa. Para santri pun fasih memahami teks bahasa Arab secara kompleks. (REUTERS/Beawiharta)
Lirboyo merupakan pesantren yang didirikan pada 1910 dan dihuni sekitar 21 ribu santri. Ia adalah salah satu sekolah Islam di antara 28 ribu pesantren di Indonesia. (REUTERS/Beawiharta)
Santri yang ingin berpartisipasi dalam sesi pembelajaran Alquran khusus di bulan Ramadan, harus membayar Rp35 ribu. Namun mereka harus memasak dan mencuci baju sendiri. (REUTERS/Beawiharta)
Santri di sana pun berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Salah satunya, Ahmad Jauhari yang berasal dari Kalimantan, mengikuti sesi itu membuatnya damai. (REUTERS/Beawiharta)
Sesi khusus Ramadan itu juga menurutnya sangat menyenangkan, dan membuat puasanya lebih bermakna. Ia mengaku belajar banyak hal dari sana. (REUTERS/Beawiharta)