Densus 88 Amankan Dokter dan Dua Orang Lain di Blitar

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 07:06 WIB
Densus 88 Amankan Dokter dan Dua Orang Lain di Blitar Densus 88 telah mengamankan tiga orang dan melakukan penggeladahan di rumah kontrakan di Kecamatan Talun, Blitar. Salah satu yang diamankan diketahui dokter. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Detasemen Khusus (Densus 88) Mabes Polri mengamankan tiga warga di Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang diduga terkait jaringan terorisme, Rabu (13/6) malam.

Kepala Lingkungan di Bajang, Mislan, mengatakan polisi mengamankan rumah milik Nanang, seorang pengusaha pupuk. Pemilik rumah mengontrakkan rumah itu pada seorang dokter dengan inisial NH.

"Kontrak sekitar tiga tahun. Namun, keluarga di sini tertutup," katanya, Rabu (13/6) malam seperti dikutip dari Antara.



NH yang juga diketahui membuka praktik pengobatan bekam itu diamankan bersama dua orang lain yakni SZ dan An, dan dibawa ke Mapolres Blitar.

Tim Densus juga sempat melakukan penggeledahan di rumah yang dikontrak oleh NH, di Lingkungan Bajang tersebut.

Proses penggeledahan dilakukan tim dengan penjagaan ketat dari petugas Mapolres Blitar. Petugas bersenjata api lengkap berjaga di depan rumah tersebut. Mereka tidak mengizinkan warga yang tidak berkepentingan untuk masuk.

Di rumah itu juga dipasang garis polisi, dan penjagaan masih dilakukan. Hingga kini, ketiganya masih diamankan di Mapolres Blitar, untuk proses hukum lebih lanjut.


Mislan mengaku dirinya tak terlalu mengenal pemilik rumah. Namun, diakui dirinya, ia melihat ada aktivitas mencurigakan di rumah yang digeledah densus semalam. Diakui dirinya, sekitar sepekan sebelum penangkapan dia pun didatangi personel dari TNI dan Polri untuk menanyakan aktivitas dan riwayat pemilik rumah kontrakan tersebut.

"Jadi, sebelum kejadian ini satu pekan ada Koramil dan polisi tanya, tentang bagaimana orang yang mengontrak rumah itu, tanya juga orangnya ada atau tidak," katanya.

Meski curiga dengan hadirnya TNI dan polisi itu, Mislan tetap mengaku kaget saat ada Densus 88 yang menggerebk rumah yang dikontrak NH itu.

"Saya kaget dengan kejadian ini. Tapi, sebelumnya ada petugas yang sudah tanya, ternyata ini. Jadi, saya hanya memantau saja," ujarnya. (Antara)