Mekanisme Debat Tak Bakal Diubah Meski Tanpa Deddy Mizwar

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 21/06/2018 20:20 WIB
Mekanisme Debat Tak Bakal Diubah Meski Tanpa Deddy Mizwar Debat publik pilgub Jabar putaran kedua pada 14 Mei lalu. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar menolak hadir pada ajang debat kandidat ketiga dalam rangkaian pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jabar yang bakal digelar besok, Jumat (22/6). Kendati demikian, ketidakhadiran Deddy takkan mengubah mekanisme debat.

"Tidak ada perubahan mekanisme. Masa karena satu orang kemudian diubah? Akan tetap berjalan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya," terang Yayat Hidayat, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (21/6) melalui sambungan telepon.

Meski demikian, Yayat mengaku belum menerima kabar bahwa Deddy takkan hadir. Sejauh ini, alur debat yang berbeda dari debat sebelumnya adalah mengganti sesi tanya jawab menjadi pendalaman oleh para panelis pada cagub dan cawagub.


Penggantian itu disebut Yayat karena permintaan salah satu calon yang tidak dia sebutkan. Perubahan tersebut juga bertujuan untuk menghindari konflik dan kegaduhan seperti yang terjadi pada debat kedua di Universitas Indonesia, Mei lalu.


Sementara itu, KPU Jabar telah mengirimkan undangan kepada para pasangan calon (paslon) untuk menghadiri debat esok. Jika ada paslon yang menolak hadir, maka hal tersebut tidak akan mengakibatkan sanksi meski ada kerugian kehilangan kesempatan berkampanye bagi paslon tersebut.

"Kalau pun tidak mau datang, itu pilihan calon. Kalau rugi, itu bukan salah KPU. Tidak ada sanksi untuk yang tidak datang. Itu terserah calon untuk ikut atau tidak," imbuh Yayat.

Deddy sendiri sebelumnya menyatakan keberatan hadir apabila kepolisian tidak menjamin acara debat bakal berlangsung aman. Mengenai hal ini, Yayat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk memastikan kericuhan tak terulang.


"Untuk pengamanan kami sudah rapat dengan polisi kemarin, dengan Polda Jabar. Mereka mengatakan siap mengamankan," tutupnya.

Debat terakhir Pilgub Jabar dinilai aktor kawakan Deddy Mizwar berpotensi mengakibatkan kericuhan. Tensi politik di Jabar sedang memanas karena kasus e-KTP yang tercecer di Bogor dan pengangkatan Komisaris Jenderal Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar.

"Kalau ini semua terpicu dalam debat tadi tanpa ada jaminan keamanan yang jelas, maka kemungkinan ada pertumpahan darah. Kalau ada pertumpan darah, maka pilkada berpotensi untuk ditunda dan uang rakyat habis," ucap Deddy. (agi/asa)