Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan aturan tersebut diambil untuk menghindari konflik, dan kegaduhan seperti yang terjadi pada debat kedua di Universitas Indonesia, Mei silam.
"Tak ada sesi tanya jawab, itu permintaan salah satu calon," kata Yayat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghapusan sesi tanya jawab antar paslon itu juga dimaksudkan agar publik bisa lebih mengetahui secara rinci program-program pasangan, menjawab solusi, tantangan dan masalah di Jabar.
Lihat juga:KPUD Larang Cagub Jabar Kampanye Pilpres |
Sementara itu, calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku kurang setuju dengan penghilangan sesi tanya jawab tersebut. Namun, sebagai paslon, ia harus mengikuti aturan.
Menurut dia, kualitas debat adalah memberikan argumentasi lebih terhadap pasangan lain.
"Tapi kalau aturannya seperti itu nggak masalah. Paslon Rindu adalah paslon yang selalu taat aturan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/6).
Terkait dengan persiapan debat, Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan siap mengikuti pelaksanaan debat terakhir.
"Kami ikuti arahan KPU. Memang ada penyesuaian terkait insiden debat ke-2. Topiknya kita juga sudah pahami tentang pelayanan publik, masalah perempuan, anak-anak, disabilitas, dan lain sebagainya," kata Emil.
Emil mengatakan punya banyak inovasi terkait pelayanan publik yang bisa menguatkan dan diterima pesannya dengan jelas oleh pemilih.
"Untuk itu, kami sudah persiapkan penguatan materi dengan para pakar dan tim ahli di timses Rindu, terkait hal-hal yang mungkin menjadi pertanyaan," ujarnya.
Sementara, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Asyik juga menyatakan siap tampil optimal pada Debat Publik Ketiga Pilkada Jawa Barat 2018.
"Kami optimistis Pasangan Asyik bisa lebih baik dan tampil maksimal, Insya Allah akan tampil optimal. Nantikan saja Asyik di televisi besok malam," kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) Haru Suandharu seperti dikutip dari Antara.
Haru mengakui Pasangan Asyik akan menjadi fokus perhatian pada debat ketiga nanti, dan Pasangan Asyik sangat beruntung karena Sudrajat memiliki dasar pendidikan tentang kebijakan publik di Universitas Harvard.