Pasangan Rindu Minta 'Jas Hijau' Soal Kelahiran Pancasila
Priska Sari Pratiwi | CNN Indonesia
Jumat, 22 Jun 2018 21:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Gubernur nomor urut satu Uu Ruzhanul Ulum atau Uu menyebut keberadaan Pancasila dilahirkan tokoh-tokoh agama termasuk para ulama. Atas jasa para ulama itu ia menyebutnya dengan istilah jas hijau atau 'jangan sekali-sekali hilangkan jasa ulama'.
Uu sendiri maju bersama dengan Ridwan Kamil dan mempopulerkan kata 'Rindu' untuk duet mereka.
"Kami percaya yang melahirkan Pancasila adalah para ulama, mereka pewaris nabi dan kepercayaan para rasul. Maka kita selalu 'jas hijau'," ujar Uu dalam debat terakhir pilgub Jabar seperti disiarkan Metro TV dan TV One, Jumat (22/6) malam.
Pernyataan ini menanggapi topik debat tentang hubungan antara Pancasila dengan agama. Lebih lanjut Uu menjelaskan bahwa hubungan antara Pancasila dan agama sudah tidak perlu didebatkan.
"Pancasila mau dibawa ke Islam, kelihatan Islamnya, (mau dibawa) ke Hindu, Budha, juga begitu adanya," katanya.
Senada, cagub Jabar nomor urut tiga Sudrajat mengatakan bahwa keberadaan pancasila diilhami oleh para ulama.
"Pancasila ini diilhami tekad ulama, habaib, yang muncul dengan kesalehan, ketakwaan, sehingga bangsa kita yang pertama percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial, hingga kerakyatan," ucap Sudrajat. (asa)
Uu sendiri maju bersama dengan Ridwan Kamil dan mempopulerkan kata 'Rindu' untuk duet mereka.
"Kami percaya yang melahirkan Pancasila adalah para ulama, mereka pewaris nabi dan kepercayaan para rasul. Maka kita selalu 'jas hijau'," ujar Uu dalam debat terakhir pilgub Jabar seperti disiarkan Metro TV dan TV One, Jumat (22/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pancasila mau dibawa ke Islam, kelihatan Islamnya, (mau dibawa) ke Hindu, Budha, juga begitu adanya," katanya.
"Pancasila ini diilhami tekad ulama, habaib, yang muncul dengan kesalehan, ketakwaan, sehingga bangsa kita yang pertama percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial, hingga kerakyatan," ucap Sudrajat. (asa)