Debat Terakhir Pilgub Jabar, Ajang Memikat Pemilih Mengambang

FHR, CNN Indonesia | Jumat, 22/06/2018 09:21 WIB
Debat Terakhir Pilgub Jabar, Ajang Memikat Pemilih Mengambang Para peserta harus memaparkan ide bagaimana membangun Jawa Barat secara keseluruhan, termasuk pembangunan sumber daya manusia mengimbangi kemajuan teknologi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) bakal menggelar ajang debat terbuka terakhir, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk Pemilihan Gubernur Jabar 2018, Jumat (22/6).

Acara debat akan dilaksanakan di Sudirman Grand Ballroom, Jalan Jenderal Sudirman, Bandung, pukul 19.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB.

"Persiapan sudah hampir seratus persen, keamanan sudah dirapatkan dengan Kapolda Jabar dan Kapolrestabes Bandung kemarin. Materi debat sudah kami rumuskan dan finalisasi, tinggal setting panggung saja perlu finishing," kata Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (21/6).



Yayat mengatakan, tema yang diangkat pada debat kali ini adalah 'Pembangunan Manusia yang Berkualitas untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat'. Tema debat tersebut mencakup soal upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan tantangan dan kebutuhan perkembangan zaman. Selain itu juga akan menyinggung aspek-aspek kesehatan, agama dan budaya.

"Temanya pembangunan SDM. Sub temanya soal keagamaan, kesehatan, soal pemuda soal perempuan, anak-anak, dan disabilitas," kata Yayat.


Yayat menyampaikan, ada perbedaan pada debat kali ini jika dibandingkan dengan debat sebelumnya. Yakni, sesi tanya jawab antar pasangan calon akan ditiadakan. Alasan penghapusan sesi tanya jawab itu karena pada debat sebelumya terjadi sejumlah pelanggaran, seperti menyerang pribadi kandidat.

"Apakah sengaja atau enggak sengaja, itu menyerang pribadi. Salah satu cagub menyatakan 'ente ilmunya kurang'," kata Yayat.

Yayat mengingatkan sedianya seluruh pasangan calon tidak menyinggung pribadi lawannya, melainkan mengkritik atau mempertanyakan kejelasan program yang diusung. Sebagai ganti dari sesi yang ditiadakan itu, panelis akan menggali pandangan dan program-program dari para kandidat.


Terkait pengamanan, Polrestabes Bandung menyatakan sudah menyiapkan sekitar seribu personel yang ditempatkan di berbagai titik.

"Kami juga mengerahkan 1.524 petugas pengamanan terbuka dan tertutup, terdiri atas anggota polri yang didukung TNI dan instansi lainnya," kata Kompol Robi.


Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Parahyanan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf berharap para pasangan calon bisa menjelaskan secara rinci mengenai langkahnya membangun masyarakat. Hal ini penting untuk disampaikan kepada warga Jabar karena sektor industri dan pembangunan tengah digenjot.

Oleh karena itu seluruh pasangan calon harus bisa menjelaskan bagaimana mempersiapkan warga Jabar ke depannya.

"Banyak industri dan pembangunan strategis seperti bandara, pelabuhan, dan Karawang akan dikembangkan sebagai industri maju yang high tech. Itu konsep ke depan seperti itu, maka SDM-nya harus dipersiapkan," kata Asep.


"Misalnya dengan cara memperbanyak program SMK. Perguruan tinggi juga didorong peduli terhadap warga Jabar. Itu yang paling penting untuk meningkatkan SDM," tambah dia.

Di sisi lain, lanjut Asep, debat publik sangat mempengaruhi warga dalam menentukan pilihannya. Asep menyebut, saat ini terdapat lebih dari 30 persen warga Jabar yang belum menentukan pilihan.


Oleh karena itu, para pasangan calon harus bisa meyakinkan warga Jabar untuk menentukan pilihan dengan cara menguraikan programnya secara jelas.

"Jadi pastikan yang disampaikan itu menyentuh substansi persoalan. Jangan mengambang dan normatif, tapi harus tajam bagaimana cara membangun masyarakat Jabar yang mampu bersaing," kata Asep.
(ayp/ayp)