JK mengatakan siapapun aparat negara yang terbukti tak netral akan langsung dijatuhi sanksi.
"Netralitas, saya yakin aparat aman. Ada Bawaslu, ada media, semua bisa melaporkan. Kalau pun terbukti langsung ambil tindakan," ujar JK di istana wakil presiden, Jakarta, Selasa (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah langsung diambil tindakan," katanya.
"Yang disampaikan berbagai pihak itu otokritik, enggak apa-apa. Memang aparat keamanan itu rentan disoroti karena langsung bersentuhan dengan masyarakat," katanya.
"Memang sudah ditingkatkan pengamanannya itu dari awal. Tapi insya allah aman, tidak terjadi apa-ap," kata Syafruddin.
Netralitas TNI dan Polri di Pilkada Serentak menjadi sorotan sejumlah tokoh, diantaranya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam konferensi pers Partai Demokrat, akhir pekan lalu, SBY mengungkapkan bahwa TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) tidak netral dalam penyelenggaraan Pemilu.
Menjawab sorotan masyarakat tentang netralitas aparat kepolisian di Pilkada, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerbitkan surat edaran agar anggota Polri bertindak profesional dan netral selama Pilkada.
Bahkan, Tito meminta anak buahnya tak mendokumentasikan perhiyungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).