Pejabat Lemdikpol Polri Aniaya Anak Buah Dimutasi

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 27/06/2018 14:53 WIB
Pejabat Lemdikpol Polri Aniaya Anak Buah Dimutasi Mabes Polri menyatakan Komisaris Besar Ekotrio Budhiniar digeser sebagai sanksi karena bertindak sewenang-wenang dan arogan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Kapusdikmin) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Komisaris Besar Ekotrio Budhiniar dikabarkan digeser dari jabatannya. Hal itu terjadi karena dia dikabarkan menganiaya tujuh anak buahnya menggunakan helm baja.

"Benar. Keputusan Kapolri untuk memutasi Kapusdikmin Lemdiklat Polri sebagai bentuk tindakan tegas terhadap pimpinan yang berlaku sewenang-wenang dan arogan, dalam memberikan tindakan peringatan kepada anggotanya," kata Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Arief Sulistyanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (27/6).

Mutasi Ekotrio tertulis dalam Surat Telegram nomor ST/1572/VI/KEP/2018 yang dikeluarkan pada Rabu (27/6). Dalam telegram itu Ekotrio kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Ekotrio sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Bobyanto I.O.E Adoe.



Pemukulan dilakukan Ekotrio dipicu kejadian sepele. Yakni kendaraan Eko terhalang oleh sebuah mobil boks katering.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di markas Pusdikmin Lemdikpol, Bandung, Jawa Barat. Saat itu sebuah mobil boks katering yang mengangkut makanan siswa hendak keluar melalui gerbang.

Bersamaan dengan itu, mobil Eko tiba dan hendak masuk. Namun, dia terhalang lantaran mobil boks itu berhenti karena jalan masuk tidak muat untuk dua kendaraan. Polisi yang sedang piket memerintahkan mobil boks katering itu untuk mundur dan memberi jalan kepada kendaraan Eko.

Ternyata, Eko lantas memanggil seluruh anggota piket saat itu. Setelah semua anggota piket berkumpul, Eko yang membawa helm baja langsung menghantam kepala ketujuh polisi menggunakan secara bergantian.


Anggota yang jadi korban penganiayaan adalah Ajun Komisaris Ale Surya, Inspektur Dua Taryana, Inspektur Dua Ade Hasan dan Brigadir Kepala Iim Permana. Kemudian ada Brigadir Asep Ismanto, Penata I Joko Pitoyo dan Pengatur Agus Suherlan. Semua korban kemudian melapor ke Polda Jawa Barat. (ayp/ayp)