Diduga Tidak Netral dalam Pilkada, Wakapolda Maluku Dimutasi

FHR, CNN Indonesia | Kamis, 21/06/2018 11:05 WIB
Diduga Tidak Netral dalam Pilkada, Wakapolda Maluku Dimutasi Dugaan keberpihakan Brigjen Hasanuddin dalam Pilkada Maluku diungkap oleh IPW, sedangkan Mabes Polri enggan merinci alasan mutasi itu. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigjen Hasanuddin dimutasi dari jabatannya. Pencopotannya diduga terkait dengan dugaan dia memihak kandidat tertentu dalam Pilkada Maluku 2018.

Berdasarkan salinan surat telegram Kapolri Nomor: 81/ 1535 /VI/KEP,/2018 TGL. 20 -6-2018 yang diterima CNNIndonesia.com, disebutkan Hasanuddin kini ditempatkan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Dindiklat Lemdiklat Polri. Kabar itu dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Namun, ketika disinggung apakah mutasi Hasanuddin terkait sikapnya yang memihak salah satu pasangan calon dalam Pilkad Maluku, Setyo tidak menjawab dengan tegas.

"Wakapolda Maluku dipindah jabatannya," kata Setyo melalui pesan singkat, Kamis (21/6).


Kapolda Maluku Irjen Andap Budhi Revianto juga membenarkan kalau sejawatnya sudah dicopot. Saat ini jabatan itu diampu oleh Brigjen Akhmad Wiyagus, yang sebelumnya adalah Dirtipikor Bareskrim Polri.


Lembaga swadaya masyarakat Indonesia Police Watch (IPW) melalui keterangan tertulisnya menyebut Hasanuddin diduga kuat menggunakan jabatannya buat mendukung Irjen (Purn) Murad Ismail di Pilkada Maluku 2018.

IPW menyatakan hal itu terjadi karena Hasanuddin dan Murad Ismail adalah sesama lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1985.

"Tapi ketika Hasanuddin membawa bawa institusi Polri agar mendukung Murad ini jelas pelanggaran terhadap UU Polri," tulis IPW dalam keterangan pers.

Rekaman Hasanuddin mengajak memenangkan Murad Ismail dalam Pilkada Maluku 2018 diambil ketika kegiatan apel siaga. Saat itu Hasanuddin dengan berpakaian dinas memberikan pengarahan kepada seluruh personel Polres Kepulauan Aru, Bhayangkari, personel BKO Brimob dan BKO Pol Air untuk melaksanakan pengamanan Pilkada Maluku dengan serius, tetapi mengharuskan mereka memilih calon gubernur tertentu.


"Tugas kita adalah selain mengamankan Pilkada aman, lancar dan damai juga dalam rangka memenangkan MI (inisial salah satu Cagub Maluku)," demikian bunyi rekaman itu yang dilansir oleh IPW.

Pilkada Maluku 2018 diikuti oleh tiga pasangan kandidat. Mereka adalah duet bernomor urut satu yakni petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff, dan Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun (SANTUN). Keduanya diusung Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Kemudian nomor urut dua adalah pasangan calon mantan Komandan Korps Brimob, Irjen Murad Ismail, dan Bupati Maluku Barat Daya, Barnabas Orno (BAILEO). Mereka didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB, PKPI, PPP dan PAN.

Sedangkan, pasangan calon mantan Inspektur IV Herman Koedoeboen dan mantan Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath, (HEBAT) maju melalui jalur perseorangan dengan nomor urut tiga.

(ayp/ayp)