Selama Pilgub Jatim, Risma ditunjuk menjadi juru kampanye pasangan yang diusung PDIP, PKS, PKB, dan Gerindra: Saifullah Yusuf-Puti Guntur Sukarnoputri.
"Saya terus terang agak surprise dengan hasilnya," ujarnya di DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Jumat (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma mengatakan telah melaporkan hasil Pilgub Jatim itu ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta.
"Saya sampaikan ke ibu kalau proses ke menang tidak betul, menghalalkan segala cara, nanti ke depannya memimpin akan ada masalah," katanya.
Risma mencontohkan saat dirinya terpilih sebagai Wali kota Surabaya. Dia mengaku tidak punya beban saat memimpin karena tidak melakukan politik uang saat pemilihan.
"Saya tidak bayar upeti. Saya bikin kebijakan apapun memang itu saya berangkatnya dari pengajian-pengajian, kebutuhan masyarakat. Karena itu saya harus laporkan supaya kejadian yang saya dengar dan saya itu bisa diantisipasi ke depan," tuturnya.
Saat ditanya tentang penelitian yang dilakukan berkaitan dengan money politik, Risma tidak menjelaskan secara rinci.
"Cerita macam-macam dari lapangan itu bukan hanya money (politic) tapi juga macam-macamlah itu," katanya.
Catatan Redaksi: Judul telah diubah pada Kamis 5 Juli 2018 dari semula 'Risma Mengaku Stres Gus Ipul-Puti Kalah di Pilgub Jatim' karena ada kesalahan kutipan pernyataan langsung. Terima Kasih.
(ugo/sur)
