Selain melaporkan perkembangan hasil hitung cepat yang mencapai 43 persen, Sudirman juga menceritakan tentang peristiwa penodongan timnya ketika membawa uang saksi di tol Jakarta-Semarang.
"Dia diadang oleh lima mobil di jalan. Baru siang harinya bisa kami lacak di mana. Tim saya dituduh sebagai pengedar narkoba dan uang yang dibawa dituduh hasil transaksi narkoba. Itu berdampak pada keterlambatan," kata Sudirman saat menemui Zulkifli di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan SS (panggilan Sudirman) bukan ketum parpol, bukan aktivis, enggak punya uang banyak dan baru bekerja tiga bulan, bayangkan PDIP sudah berjuang 30 tahun itu basis PDIP," kata Zulkifli.
"Agar hal seperti itu tidak terulang lagi. Agar demokrasi kita bertambah baik. Yang jelas Pak SS segera sampaikan terima kasih kepada tim, relawan. Itu luar biasa sekali," katanya.
Belum Rencana Lapor
Selepas pertemuan dengan Zulkfli, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu belum berencana melaporkan kejadian penodongan tersebut ke pihak kepolisian.
Dia menyerahkan hal itu kepada tim dan partai politik pengusungnya. Sudirman juga mengatakan sengaja mengungkapkan peristiwa itu setelah pilkada untuk menjaga kondusifitas di Jawa Tengah.
Sudirman mengungkapkan dalam kejadian itu tidak ada kontak fisik dari para penyergap kepada dua orang timnya yang tengah membawa uang saksi tersebut. Uang saksi yang dibawa pun disebut selamat.
"Enggak ada kerugian material karena alhamdulillah semua uang bisa diselamatkan tapi kerugian imaterial berdampak cukup serius," ujar Sudirman. (wis/sur)