SAR Perluas Area Pencarian Korban Tabrakan Kapal di Nunukan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 01/07/2018 15:22 WIB
SAR Perluas Area Pencarian Korban Tabrakan Kapal di Nunukan Ilustrasi pencarian korban kapal tenggelam. (AFP PHOTO / SEI RATIFA).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polri, TNI dan masyarakat melanjutkan pencarian terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Negeri Sabah, Malaysia yang menjadi korban tabrakan speedboat di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pencarian korban sudah memasuki hari ketiga. Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto mengatakan Tim SAR melakukan memperluas area pencarian hingga 146 nautical mile (NM) dengan membagi empat kelompok dan wilayah.

Kelompok pertama melakukan pencarian dengan menyisir wilayah utara hingga perbatasan Indonesia dengan Malaysia, kedua menyisir wilayah barat di seluruh pesisir Sebatik Timur, Sebatik Barat dan Sebatik Tengah.


Ketiga menyisir wilayah laut sepanjang Selat Makassar dan kelompok empat melakukan penyelaman di lokasi kejadian.

"Pencarian H+3 ini kami bagi tim SAR menjadi empat kelompok dengan wilayah pencarian yang berbeda," ujar Octavianto, dikutip Antara.

Sebelumnya pada pencarian hari kedua dengan melakukan penyelaman, tim SAR mengalami kendala akibat kuatnya arus air laut ditambah hujan deras dan angin kencang.

Namun hal tidak menyurutkan semangat tim SAR yang berusaha mencari dan menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.

Peristiwa ini terjadi, Jumat (29/6) sekira pukul 19.00 Wita. Speedboat yang ditumpangi belasan sampai puluhan TKI itu bergerak dari arah Tawau Negeri Sabah, Malaysia menuju Pulau Sebatik dan bertabrakan dengan speedboat lain yang bergerak dengan kecepatan tinggi dari Pulau Sebatik tujuan Malaysia.

Informasi yang dihimpun dan keterangan korban selamat, kedua speedboat tersebut tidak ada yang menggunakan lampu penerangan.

Octavianto mengatakan sejauh ini korban yang berhasil ditemukan adalah 20 orang. Dari 20 orang tersebut, 13 selamat dengan menderita luka-luka, lima meninggal dunia, dan dua masih hilang.

"Sisanya masih ada dua yang hilang. Pertama Sebastian usia 6 tahun dan motoris atas nama Solom," kata Octavianto saat diwawancara CNNIndonesia TV, Sabtu (30/6). (osc)