Elite Golkar dan Demokrat Respons Wacana Duet JK-AHY

Tiara Sutari & Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 19:42 WIB
Elite Golkar dan Demokrat Respons Wacana Duet JK-AHY Golkar akan berembuk dengan Jusuf Kalla untuk menanyakan wacana duet JK-AHY, sedangkan Demokrat menyatakan wacana itu masih sporadis di akar rumput. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menyatakan belum ada pembicaraan antara partainya dengan Partai Demokrat terkait wacana mengusung Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono untuk Pilpres 2019 mendatang.

"Belum ada keputusan organisasi. Memang siapa yang nyandingkan sih," kata Airlangga saat ditanya terkait isu dukungan JK-AHY, di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (2/7).

Airlangga menyebut di tubuh internal Golkar soal koalisi JK-AHY ini sama sekali belum ada keputusan. Dia justru bertanya siapa yang menyandingkan mantan ketua umum Partai Golkar itu dengan putra sulung Susilo Bambang Yudhono.


Meski begitu, Airlangga memastikan akan membicarakan terlebih dahulu dengan Jusuf Kalla.


"Nanti akan bicarakan dulu yah dengan beliau," kata dia.
Golkar dan Demokrat Belum Bahas Wacana JK-AHYKetum Golkar Airlangga Hartanto dan Presiden Joko Widodo memberi makan kambing di Istana Bogor. (ANTARA FOTO/Biropers-Muchlis)

Koalisi JK-AHY semakin santer terdengar setelah Jusuf Kalla bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Hinca Panjaitan pun sempat mengakui bahwa pertemuan dua tokoh tersebut tak lepas dari pembahasan politik. Internal partai pun mewacanakan pengusungan JK-AHY.

"Kalau ada yang 'mengawin-ngawinkan' JK-AHY, kami juga tak mungkin menolak itu dan biarkan diskusi berjalan. Tidak tahu siapa yang akan terjadi besok," kata Hinca.


Belum Dibahas Serius

Meski sejumlah kader menyuarakan usulan tersebut, wacana pengusungan JK dan Agus belum mencapai majelis tinggi partai Demokrat.

"Belum dibahas secara serius," ungkap Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan.

Syarief mengakui usulan tersebut muncul setelah JK menemui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin pekan lalu.

Syarief menyatakan partainya belum membahas usulan tersebut dengan partai politik lain yang terkait, meski kabar pengusungan JK-AHY santer mengemuka belakangan.


"Belum, ini kan baru sekadar letupan-letupan dari kader," imbuhnya.

Syarief menyatakan sejauh ini komunikasi politik masih dijalin dengan sejumlah tokoh. Namun, ia menampik komunikasi itu sudah mengerucut untuk merealisasikan pasangan JK-AHY sebagai alternatif pasangan capres dan cawapres. Hanya saja JK, menurut Syarief, belum memberikan jawaban.

"Tapi masih banyak opsi lain juga yang muncul, salah satunya JK-AHY. Tapi kita belum putuskan ini, kan banyak tokoh-tokoh yang potensial," ujar Syarief.
Golkar dan Demokrat Belum Bahas Wacana JK-AHYWakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Di lain pihak, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno tak mempersoalkan upaya Demokrat yang berusaha mendorong JK sebagai capres. Menurutnya, demokrasi memberi ruang bagi siapa pun untuk menjodohkan pasangan capres.

"Boleh dan sah-sah saja, tidak ada masalah dengan kami," kata Hendrawan melalui pesan singkat.


Namun Hendrawan enggan mengomentari posisi JK yang berpotensi berhadapan dengan Jokowi dalam pemilu tahun depan. Ia mengingatkan bahwa wacana dan kondisi yang ada masih cair.

"Jangan membuat analisis terlalu awal, hasilnya dangkal," kata Hendrawan. (ayp)