Operasi Terpadu KM Sinar Bangun Disetop, Tim SAR Tetap Siaga

Bintoro Agung & Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Selasa, 03/07/2018 09:57 WIB
Operasi Terpadu KM Sinar Bangun Disetop, Tim SAR Tetap Siaga Anggota Basarnas mengecek pelampung yang diikatkan pada pukat dalam operasi pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operasi terpadu pencarian korban Kapal Motor Sinar Bangun resmi dihentikan, Selasa (3/7). Meski dihentikan namun Posko Basarnas tetap disiagakan untuk membantu keluarga korban.

"Operasi terpadu diberhentikan, tapi pos Basarnas tetap siaga. Sesuai standar operasi kan tujuh hari, dan ini sudah diperpanjang hingga 16 hari, jadi dihentikan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riadil Akhir Lubis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (3/7).

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6). Pemerintah kemudian melakukan operasi terpadu untuk mencari korban. Operasi terpadu dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan sejumlah instansi terkait. 


"Ingat, operasi terpadunya yang dihentikan, di sana masih ada SAR," katanya.

Selain itu, Riadil mengatakan rencananya hari ini, pemerintah juga akan meletakan batu pertama monumen tenggelamnya KM Sinar Bangun.
Sementara, Kabag Humas Basarnas Marsudi mengakui timnya mengalami kendala untuk mengevakuasi korban dari dasar Danau Toba.
Operasi Terpadu KM Sinar Bangun Disetop, Tim SAR Tetap SiagaOperasi terpadu pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba dihentikan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Pada operasi terakhir, Basarnas telah mendeteksi obyek bagian dari KM Sinar Bangun melalui peralatan Remotely Operated Vehicle (ROV), seperti kursi dan tali yang terdeteksi di koordinat 2 47 04.144 N - 098 45 10.560 E.

Marsudi memastikan jumlah korban kecelakaan KM Sinar Bangun belum berubah. Basarnas menyampaikan 164 penumpang masih berstatus hilang, 21 orang dinyatakan selamat, dan tiga meninggal dunia.
Kendati demikian, jumlah penumpang itu masih meragukan karena tak ada manifes penumpang.

"Data korban belum ada perubahan," tegas Marsudi.

Sebelumnnya muncul opsi perpanjangan masa pencarian. Namun faktor teknis untuk mengangkat jasad korban di dasar danau menjadi kendala. Terkait hal ini, Basarnas bakal menggelar evaluasi.

Penanganan Maksimal

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar. Pandjaitan mengatakan pemerintah telah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam pencarian korban kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Luhut mengatakan Basarnas dan Kemenhub, Kemenko Maritim sudah melakukan evaluasi semua, dan hasilnya akan dijelaskan kepada masyarakat.

"Kemudian terkait kecelakaan tersebut, ternyata 6 pelabuhan itu tidak kita kelola dengan bagus. Sekarang kita sepakat untuk perbaiki dalam waktu 6 bulan ini harus selesai," katanya.

Luhut mengatakan rencananya pemerintah akan membangun tugu peringatan untuk para korban KM Sinar Bangun.

"Saya setuju sekali dengan pembangunan itu, jangan asal dibangun saja tapi desain yang bagus, sehingga dengan begitu bisa menjadi suatu kenangan yang baik untuk keluarga yang meninggal. Jadi kalau mereka datang, mereka bisa melakukan ibadahnya sesuai dengan agamanya masing masing," katanya.

Menurut Luhut, kejadian tenggelamnya KM SInar Bangun di luar kontrol. "Kepada penduduk yang terkena musibah, pasti kita akan berikan perhatian. Masalah pengangkatan itu sudah di jelaskan oleh Pak Unggul P. (Kepala BPPT) saya sudah diskusi dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan pengangkatan," katanya.
(ugo)