Kader PKS Duga Ada Peran Jokowi di Balik Layar JK dan Anies

SAH & Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 04/07/2018 18:23 WIB
Kader PKS Duga Ada Peran Jokowi di Balik Layar JK dan Anies PKS menyatakan terus menggodok sembilan kadernya yang diajukan sebagai capres-cawapres 2019, juga mempertimbangkan sosok Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menilai kedekatan ditunjukkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Anies Baswedan bukan kebetulan. Menurut dia ada campur tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diduga menggunakan hal itu guna menjajaki kans Anies sebelum Pemilihan Presiden 2019.

"Kita tidak tahu juga jangan-jangan Pak JK disuruh Jokowi di balik layar kita tidak tahu. Jangan-jangan Pak JK karena selama ini posisinya wakil presiden tentu dia mudah komunikasi dengan Jokowi," ujar Nasir di kompleks DPR-MPR, Jakarta, Rabu (4/7).

Menurut dia bukan tidak mungkin apabila Jokowi meminta Jusuf Kalla mendekati Anies guna menjajaki peluang mendampinginya di Pemilihan Presiden 2019. Hanya saja menurut dia mantan Mendikbud itu tak bisa melenggang bebas karena masih terikat kontrak sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun.



"Rasanya kalau maju ke Pilpres orang akan mempertanyakan, walaupun Jokowi saat dulu jadi Gubernur DKI juga sama akan bekerja lima tahun untuk Jakarta, tapi ketika Pilpres beliau maju juga. Apakah Anies juga akan mengikuti jejak Jokowi saat jadi Gubernur DKI akan maju ke Pilpres? Semua terikat kontrak," ujar dia.

Menurut Nasir, peluang Anies diusung di Pilpres 2019 juga tergantung dengan partai yang mengusungnya.

Menurut dia meski saat ini Anies tengah dekat dengan JK dan diperkenalkan kepada beberapa kalangan seperti Nadhatul Ulama dan Muhammadiyah, partai politik masih akan melihat peluang Anies untuk mengungguli petahana di Pilpres 2019 apabila ingin mengusungnya.

"Parpol-parpol akan melihat sosok yang berpeluang. Sebab kalau maju harus menang. Kalau maju untuk kalah menghabiskan energi, habiskan banyak hal. Makanya parpol masih harus melihat, apakah sosok ini (Anies) berpeluang mengungguli incumbent," ujar dia.
PKS Duga Ada Peran Jokowi di Balik Kedekatan JK dan AniesAnies Baswedan bersama Jusuf Kalla dan Zulkifli Hasan di halalbihalal Muhammadiyah. (Foto: Biro Setwapres)


Keputusan Menit Akhir

Pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden untuk pemilihan presiden 2019 bakal dibuka satu bulan lagi. Menghadapi hal itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan ada kemungkinan mereka bakal menentukan keputusan di hari-hari terakhir.

"Sebulan masih lama, ini bisa selesai di hari-hari terkahir sebelum tanggal 10 Agustus. Pada gilirannya nanti Insyaallah bisa selesai dalam satu-dua hari," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.


Hidayat menyatakan sampai saat ini PKS belum menentukan pilihan sosok yang bakal diusung sebagai capres dan cawapres. Sembilan nama kader mereka yang sebelumnya diajukan masih dibahas dalam lingkup koalisi bersama Partai Amanat Nasional dan Gerindra. Di samping itu, dia juga menyatakan kans Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut diperhitungkan.

"Selama ini melihat track record beliau, dimenangkan Gerindra, PKS, dan PAN. Maknanya beliau diterima oleh tiga partai ini. Apakah kemudian kami bertiga akan menyetujui beliau atau yang lainnya, proses sedang berjalan," katanya.

Sembilan kader PKS yang diajukan buat diusung sebagai calon wakil presiden adalah Ahmad Heryawan; Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid; Fungsionaris PKS M Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno; Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri; Anggota DPR Tifatul Sembiring; Anggota DPR Al Muzammil Yusuf MS dan Anggota DPR Mardani Ali Sera.


PKS memerlukan dukungan suara dari partai lain untuk ikut bertarung di Pilpres 2019. Itu supaya bisa melampai syarat ambang batas sebesar 20 persen. Sebab PKS hanya memiliki perolehan suara nasional sebesar 8.480.204 atau 6,79 persen suara, dan meraih 40 kursi di parlemen. (ayp)