Polda Sumut Undang Saksi Ahli Kapal Tenggelam

ANTARA, CNN Indonesia | Sabtu, 07/07/2018 10:01 WIB
Polda Sumut Undang Saksi Ahli Kapal Tenggelam Tim SAR gabungan kembali ke pelabuhan Tigaras usai melakukan operasi SAR tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (26/6). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara telah mengundang saksi ahli dari perguruan tinggi negeri untuk membahas peristiwa tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba beberapa pekan yang lalu.

"Saksi ahli yang dihadirkan di Polda Sumut diundang dari Universitas Sumatera Utara (USU)," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, seperti yang dikutip dari Antara pada Sabtu (7/7).

Kehadiran saksi ahli tersebut, menurut Nainggolan, sangat diperlukan untuk memberikan bahan masukan dan pertimbangan kepada penyidik Polda Sumut yang tengah melakukan penyidikan.


"Polda Sumut segera melayangkan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Perhubungan Samosir, berinisial NS, yang telah ditetapkan tersangka kasus kapal tenggelam tersebut," ujar Nainggolan

Sebelumnya penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, telah melimpahkan kasu KM Sinar Bangun ke Kejaksaan Tinggi Sumut pada Senin (2/7).

Perkara yang dilimpahkan itu atas nama TS, nakhoda KM Sinar Bangun dan atas nama KN, pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Samosir.

Selanjutnya, FP, pegawai negeri sipil Dishub Samosir, dan RD, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir.

Keempat tersangka itu, saat ini masih ditahan di Polda Sumut.

Para tersangka itu dijerat melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUH Pidana dengan hukuman 10 tahun denda Rp1,5 miliar.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Hingga kini tercatat 21 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia.

Sedangkan, 164 penumpang lainnyan dinyatakan hilang dan tidak dapat diangkut jasadnya dari Danau Toba dengan kedalaman 450 meter.

(ard)