Mendikbud Tuding Orangtua Pemalsu SKTM Merusak Karakter Anak

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 19:33 WIB
Mendikbud Tuding Orangtua Pemalsu SKTM Merusak Karakter Anak Mendikbud Muhadjir Effendy geram pada orang tua yang memaksa menggunakan SKTM tak sesuai kondisi keluarganya guna mendaftar anak ke sekolah dalam PPDB 2018. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyayangkan membludaknya kepemilikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) oleh orang-orang yang hidupnya berkecukupan saat mendaftarkan anaknya ke sekolah.

Maraknya SKTM 'abal-abal' itu mewarnai kekisruhan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.

Tindakan orang tua pemalsu SKTM itu, kata Muhadjir, dapat berdampak buruk bagi pendidikan karakter anak.


"Saya imbau tidak boleh berbohong karena SKTM palsu itu di samping dia telah berbohong, tetapi juga merusak karakter anaknya sendiri karena mengajari bagaimana cara berbohong, cara tidak jujur," kata Muhadjir saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/7).


Menurutnya, banyak orang tua yang rela pura-pura miskin selain agar anaknya bisa masuk sekolah yang dianggap favorit juga bisa mendapatkan biaya pendidikan murah.

"Itu kan kelakuan masyarakat yang masih memandang bahwa sekolah favorit itu menjadi pilihan utama. Padahal, harus dihilangkan mindset itu," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

[Gambas:Video CNN]


Berdasarkan Permendikbud 14/2018, dalam sistem zonasi, setiap sekolah negeri minimal menerima 90 persen calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat.

Selain itu, dalam aturan itu diperintahkan sekolah wajib menerima dan membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik baru dari keluarga ekonomi tidak mampu dalam satu wilayah daerah provinsi paling sedikit 20 persen dari jumlah peserta didik diterima.

Di Jawa Tengah misalnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan sekolah-sekolah di provinsi tersebut melakukan verifikasi kembali para calon siswa yang menggunakan SKTM.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng memiliki total daya tampung SMA sebesar 113.325 siswa dengan jumlah pendaftar 113.092 siswa. Sementara itu, calon siswa baru yang mendaftar dengan menggunakan SKTM mencapai 62.456, dan setelah dilakukan verifikasi sementara hingga siang tadi tercatat tinggal 26.507.

(kid/kid)




BACA JUGA