Ratusan Warga Padati Lokasi Baku Tembak di Jalan Kaliurang

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Sabtu, 14/07/2018 21:02 WIB
Ratusan warga memadati lokasi baku tembak antara polisi dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang, Yogyakarta, dan mengakibatkan kemacetan di ruas jalan itu. Dua petugas polisi berjaga di belakang garis polisi usai penggerebekan terduga teroris. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan warga memadati lokasi baku tembak diduga antara polisi dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (14/7) malam. Banyaknya warga yang ingin melihat langsung lokasi baku tembak ini menyebabkan ruas Jalan Kaliurang macet.

Sejumlah relawan nampak membantu mengatur arus lalu lintas dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalan-jalan alternatif.

Mengutip Antara, sejumlah petugas masih berjaga di sekitar lokasi baku tembak. Jalan Kaliurang Km 9,3 sampai Km 9,5 pun hingga saat ini masih ditutup. Garis polisi juga melintang di jalan tersebut. Terlihat pula satu mobil ambulans di lokasi.
Sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah polisi bersenjata lengkap terlibat baku tembak di Jalan Kaliurang Km 9 tepatnya di depan Kecamatan Ngaglik.


Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto membenarkan bahwa baku tembak terjadi antara polisi dengan kelompok terduga teroris.

"Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bekerja sama dengan Satgas Antikejahatan yang dibentuk Polda DIY," kata Yulianto.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa empat bilah parang, sepucuk senjata api jenis revolver, dan amunisi peluru tajam.

Sejumlah mobil Gegana serta mobil penjinak bom juga tampak mendatangi lokasi kejadian baku tembak di Jalan Kaliurang KM 9,5 Ngaglik.

Sementara, Kepala Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Herjuno Wiwoho mengaku hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan dari kepolisian terkait peristiwa di wilayahnya tersebut.

Herjuno mengaku menyaksikan dua orang terkapar saat baku tembak yang terjadi pada pukul 17.30 WIB.

"Saya belum tahu kondisi dua orang itu," kata Herjuno.
(ugo/ugo)