Biworo, seorang saksi mata di lokasi kejadian menceritakan penyanderaan terhadap sopir truk dan warga tersebut. Saat itu, polisi tengah mengejar para pelaku.
"Satu pelaku terlebih dahulu merampas truk yang melintas di kampung. Truk tersebut kemudian belok ke kiri ke rumah warga dan menabrak dua motor. Saat truk berhenti, sopir yang disandera berhasil menyelamatkan diri," kata Biworo seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum terjadi baku tembak," katanya.
Sulis, kata Biworo, berhasil meloloskan diri dari pelaku setelah memberontak dan kemudian diselamatkan anggota polisi berpakaian sipil.
"Pelaku langsung memegang tangan kiri Sulis dan mengalungkan celurit hingga berjam-jam," katanya.
Ia mengatakan saat menyelamatkan diri, Sulis juga sempat terjatuh hingga mengalami luka-luka.
Biworo mengatakan baku tembak kemudian terjadi. Satu mobil milik kakak iparnya pecah di bagian kaca terkena proyektil peluru.
"Beberapa bagian rumah kakak saya juga rusak dan pecah kaca. Demikian juga dengan beberapa rumah warga yang tampak pecah," katanya.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan tiga orang terduga teroris tewas dalam baku tembak tersebut.