11 Hari, Terduga Teroris Pasuruan Belum Juga Tertangkap

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 15:08 WIB
11 Hari, Terduga Teroris Pasuruan Belum Juga Tertangkap Polisi periksa rumah kontrakan terduga teroris Pasuruan. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri belum menangkap terduga teroris yang mengontrak sebuah rumah di Kelurahan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abdullah alias Anwardi (50).

Abdullah masih dalam pelariannya setelah kabur dengan melemparkan benda yang diduga bom rakitan ke arah polisi pada 11 hari yang lalu atau tepatnya Kamis (5/7).

"Ya Abdullah (belum ditangkap)," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Markas Korps Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Senin (16/7).


Namun demikian, mantan Kepala Densus 88 itu mengatakan pihaknya telah menangkap sebagian besar dari rekan-rekan Abdullah.

Dia menuturkan bahwa Abdullah berasal dari jaringan komplotan perampok Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara pada 2010 silam.

Menurut Tito, Abdullah merupakan rekan dari salah satu perampok yang bernama Nibras Hud.

"Ini enggak jauh dari jaringannya kelompok perampokan CIMB yang ada di Medan 2010, waktu itu saya pimpin. Kami tangkap ada beberapa orang, 16 orang yang merampas namanya Nibras, itu kami sudah tangkap. Abdullah kawannya dia," tutur Tito.

Tiga ledakan terdengar sejak pukul 11.30 WIB, di rumah kontrakan di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7). Rumah tersebut disewa dan ditinggali Abdullah bersama istrinya, DR serta anaknya selama dua tahun terakhir.

Berdasarkan keterangan saksi, tak lama setelah ledakan pertama bau mesiu tercium di rumah kontrakan tempat asal ledakan diduga bom tersebut.

Setelah ledakan pertama, ledakan kedua dan ketiga terjadi tak lama kemudian. Akibat ledakan itu, seorang balita yang diduga merupakan anak Abdullah terluka dan mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara Abdullah melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

Polisi menduga Abdullah terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Berdasarkan hasil penyelidikan sementara polisi, Abdullah dalam kesehariannya bergaul dengan sejumlah rekan-rekannya yang merupakan narapidana kasus terorisme.

Abdullah sendiri merupakan mantan narapidana kasus terorisme yang ditahan pada 2010 setelah dinyatakan bersalah dalam kasus bom sepeda di Kalimalang, Jakarta Timur.

(DAL)