Abdullah masih dalam pelariannya setelah kabur dengan melemparkan benda yang diduga bom rakitan ke arah polisi pada 11 hari yang lalu atau tepatnya Kamis (5/7).
"Ya Abdullah (belum ditangkap)," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Markas Korps Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Senin (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Polisi Masih Buru Terduga Teroris Pasuruan |
"Ini enggak jauh dari jaringannya kelompok perampokan CIMB yang ada di Medan 2010, waktu itu saya pimpin. Kami tangkap ada beberapa orang, 16 orang yang merampas namanya Nibras, itu kami sudah tangkap. Abdullah kawannya dia," tutur Tito.
Tiga ledakan terdengar sejak pukul 11.30 WIB, di rumah kontrakan di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7). Rumah tersebut disewa dan ditinggali Abdullah bersama istrinya, DR serta anaknya selama dua tahun terakhir.
Setelah ledakan pertama, ledakan kedua dan ketiga terjadi tak lama kemudian. Akibat ledakan itu, seorang balita yang diduga merupakan anak Abdullah terluka dan mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara Abdullah melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.
Polisi menduga Abdullah terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Berdasarkan hasil penyelidikan sementara polisi, Abdullah dalam kesehariannya bergaul dengan sejumlah rekan-rekannya yang merupakan narapidana kasus terorisme.
Abdullah sendiri merupakan mantan narapidana kasus terorisme yang ditahan pada 2010 setelah dinyatakan bersalah dalam kasus bom sepeda di Kalimalang, Jakarta Timur.
(dal/sur)