Menurut Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dua di antara 11 orang itu merupakan pasangan suami istri yang melempar benda diduga bom panci ke Mapolres Indramayu.
Suami istri itu belakangan diketahui berinisial G dan NH. Sedangkan, sembilan terduga teroris lainnya merupakan rekan dari pasangan suami istri tersebut yang ditangkap setelah dilakukan proses pengembangan penyidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito pun menyatakan Densus 88 telah menangkap sekitar 200 terduga teroris pascainsiden serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur pada pertengahan Mei 2018 silam.
"Kami enggak akan berhenti," ucap jenderal bintang empat itu.
Sebelum melakukan penyerangan, pelaku melaju dari arah Bunderan Mangga ke arah Bunderan Kijang. Setelah tidak jauh melintas di depan kantor Polres Indramayu, pelaku berputar arah dan berupaya menerobos masuk sebelum dilakukan pengejaran oleh anggota polisi.
Anggota kepolisian Polres Indramayu sempat melakukan pengejaran dan penembakan terhadap pelaku. Sebelum berbalik arah ke pintu keluar, pelaku sempat melemparkan satu buah panci ke arah penjaga.