Geledah Kantor PLN, KPK Cari Dokumen Proyek PLTU Riau-1

DZA, Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 19:26 WIB
Geledah Kantor PLN, KPK Cari Dokumen Proyek PLTU Riau-1 KPK mengonfirmasi telah mengerahkan tim penyidik untuk mencari barang bukti pendukung berupa dokumen dalam pengembangan kasus suap proyek PLTU Riau-1. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi telah mengerahkan tim penyidik untuk menggeledah Kantor PLN Pusat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (16/7).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan saat ini tim penyidik masih melakukan penggeledahan.

"Ada tim KPK di Kantor PLN melakukan penggeledahan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikonfirmasi CNNINdonesia.com, Senin (16/7).


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tim penyidik KPK tiba di Kantor PLN Pusat sekitar pukul 17.55 WIB.

Setidaknya tiga petugas KPK menyambangi kantor PLN dengan membawa tiga koper besar yang diduga bakal dijadikan tempat penampung barang bukti sitaan.


Febri mengonfirmasi penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti pendukung kasus yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih. Penggeledahan di kantor PLN merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 terbongkar setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) 9 orang pada akhir pekan lalu, salah satunya Eni Maulani Saragih.

KPK telah menyegel ruang kerja Eni yang berada di Lantai 11 Gedung Nusantara I DPR RI. Selain itu, Minggu (15/7), penyidik KPK menyita sejumlah berkas dan tumpukan dokumen dari rumah Dirut PLN Sofyan Basir yang berada di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Selain menggeledah rumah Sofyan Basir, KPK juga menggeledah rumah Eni Saragih, serta rumah, kantor, dan apartemen pengusaha Johannes Budisutrisno Kunco, tersangka yang diduga menyuap Eni -- yang juga diamankan KPK pada akhir pekan lalu.
(gil)