Lelaki itu bernama Mohammad Hasan Saad. Berdasarkan data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Hasan merupakan jemaah haji tertua di kloternya.
Hasan menyatakan tetap antusias mengikuti ibadah haji tahun ini, meski ini adalah sekian kalinya dia bertandang ke Mekah dan Madinah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasan bukan pensiunan pegawai atau seorang wiraswasta dengan jaringan bisnis yang luas. Dia juga mengaku tidak mengenyam pendidikan formal. Hanya ilmu agama, kata dia, bekal mengarungi hidup selama 93 tahun ini.
"Ya itulah rezeki dari Allah, misteri Allah, saya SR (Sekolah Rakyat/sebutan SD di zaman pendudukan Belanda) aja enggak, pendidikan umum enggak, tapi ya itu modal saya ilmu agama saja," tutur Hasan.
Meski usianya sudah sangat lanjut, Hasan mengaku masih sanggup menjalankan ibadah haji. Tubuh Hasan pun terbilang masih cukup kuat dibandingkan dengan jemaah haji lanjut usia lainnya.
Bahkan, sehari-harinya ia mengaku masih mampu mengendarai sepeda motor di kawasan Cipinang. Padahal, kata dia, di daerah rumahnya lalu lintasnya cukup ramai.
Lihat juga:FOTO: Bersiap Menuju Tanah Suci |
Hasan mengaku rahasianya tetap sehat meski usianya sudah lanjut adalah selalu bangun pada pukul 03.00 WIB sejak masih berusia 22 tahun, dan rutin berolahraga.
"Tapi olahraga saya lain dari orang lain. Kalau orang lain, kan, jalan kaki atau apa kalau saya enggak, saya bangun jam 03.00 WIB terus saya ibadah salat, ngaji, itu olahraga dan Alhamdulillah masih dikasih kesehatan sampai sekarang," ujar dia.
Ketua Koordinator Bidang Kesehatan Embarkasi Asrama Haji Jakarta Anas Ma'aruf mengatakan Hasan termasuk jemaah haji berisiko tinggi, karena usianya yang sudah lanjut.
"Sesuai dengan aturan jemaah ini akan diberi pendampingan oleh keluarganya," ujar dia.