Harapan Tukang Becak Kepada Anies, Usai Trauma di Zaman Ahok

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 07:45 WIB
Harapan Tukang Becak Kepada Anies, Usai Trauma di Zaman Ahok Ilustrasi. Pembecak di Jakarta menuntut Anies Baswedan untuk memenuhi janjinya melegalkan becak menjadi angkutan lingkungan terbatas. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sardi menunggu pelanggan becaknya yang biasa berbelanja buah dan sayur di Pasar Rajawali. Rasa damai dan merdeka ini baru dirasakannya setelah kepemimpinan DKI Jakarta berpindah dari Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ke Anies Baswedan. Tiada lagi penggarukan becak, tiada lagi kucing-kucingan dengan aparat.

"Saya di sini sejak 1992, dari zaman Pak Harto. Paling enggak enak zaman Ahok. Kalau zaman Pak Harto dulu paling enak," cerita Sardi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (16/7) di Pasar Rajawali, Pademangan, Jakarta.

Menurut Sardi, zaman Presiden Soeharto lebih nyaman bagi penarik becak meski kehadirannya tak sepenuhnya diperbolehkan pemerintah. Hanya saja, patroli Satpol PP pada masa itu tak terus menerus dilakukan dalam sehari.


Tak jarang, dirinya dan teman-temannya berani mengayuh becak tepat di belakang mobil Satpol PP. Kondisi berubah drastis dengan turunnya Perda No 8 tahun 2007 pasal 29 yang melarangan becak beroperasi di DKI Jakarta.

"Zaman Ahok itu parah sekali. Masak penggarukan pukul 2.30 pagi. Udah kayak nangkap malin. Nanti siang bisa ada lagi. Sore juga bisa ada lagi. Di sini benar-benar bersih kecuali yang nekad," lanjutnya.


Sardi sendiri bercerita dia adalah salah satu dari sekitar 20 lebih pengayuh becak yang berjuang di Pasar Rajawali atau Pademangan Barat. Sudah banyak dia menyaksikan teman-temannya terjaring Satpol PP. Becak mereka diambil dan tak pernah kembali.

Namun selama 26 tahun ini dia rela berjuang jauh dari keluarganya di Brebes demi mencari penghasilan di Jakarta. Memasuki era pemerintahan Anies, penghasilannya sebagai tukang becak telah naik signifikan.

Dia hanya perlu bekerja 15-20 hari di Jakarta kemudian bisa kembali ke Brebes dengan keluarganya.

Harapan Pengayuh Becak di Era Gubernur Anies BaswedanTukang becak berharap banyak pada Anies Baswedan soal masa depan mereka. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sodiq, pengayuh becak lain juga menyatakan hal yang sama. Tak ada lagi adu otot dengan aparat, penghasilan pun meningkat.

"Jauh banget. Kalau sekarang kan kita zamannya serba lembut ya, sesuai dengan harapan Indonesia. Engga kayak zamannya Ahok kan kita adu kekerasan ya adu otot. Rakyat kecil dihargai," cerita Sodiq.


Jerih payah para penarik becak di Jakarta untuk melegalkan profesi mereka hampir tuntas. Sebab, kendaraan roda tiga itu di era Anies telah diperbolehkan beroperasi sebagai angkutan lingkungan.

Sayangnya, Sardi menyebut hal itu masih karena "kemurahan hati" Gubernur Anies. Aturan soal becak, kata dia, masih kontroversial dan belum tercantum dalam peraturan yang sah. Untuk itu, dia menaruh harapan besar pada siapapun pemimpin ibu kota untuk melindungi becak secara konkret.

"Saya nggak peduli sebenarnya Pak Anies mau nyapres atau cawapres. Siapa pun gubernurnya saya tidak masalah asalkan tidak lupa perda itu direvisi. Bikin pergub juga," kata Sardi yang mengaku tidak tahu Anies dicalonkan sebagai capres oleh partai politik.

Harapan Pengayuh Becak di Era Gubernur Anies BaswedanTukang becak akui zaman pemerintahan Ahok menjadi terburuk bagi nasib mereka. (AFP PHOTO / BAY ISMOYO)

Hal itu berbeda dengan Sodiq yang merasa bahwa Anies jangan dulu meninggalkan jabatannya untuk jadi presiden. Dia takut pergantian pemimpin akan memupuskan harapannya.

"Saya setuju pak Anies tetap jadi Gubernur Jakarta karena masih banyak ya PR-PR pak gubernur yang belum selesai dengan kita," ujar Sodiq.


Sodiq meminta Anies memenuhi janjinya untuk melegalkan becak menjadi angkutan lingkungan terbatas. Artinya, Anies masih perlu mengajukan revisi Perda mengenai becak kepada DRPD dan membuat peraturan turunannya dalam pergub.

Para penarik becak ini juga tidak mengharap banyak dari pemerintah. Becak adalah angkutan ramah lingkungan dan sudah ada sejak dulu. Dia mengatakan pemerintah serta masyarakat perlu menjaga kedua nilai itu.

Hanya saja, rute becak masih perlu dituangkan dalam aturan yang jelas, sehingga penarik becak tidak khawatir saat ditertibkan.

"Ya paling ada beberapa dari kami ini yang sudah tua. Saya tahu ada becak tenaga surya yang dibuat oleh anaknya Pak Amien Rais di Balaikota. Ya kalau bisa becak di DKI dimodifikasi seperti itu jadi tetap ramah lingkungan tapi nggak bikin terlalu capek," tambah Sodiq.


Sebelumnya, seorang tukang becak bernama Rasdulah menggagas petisi bertajuk 'Dukung Anies Baswedan Tetap di DKI' pada situs change.org.

Rasdulah yang juga menjadi Koordinator Serikat Becak Jakarta (Sebaja) membuat petisi itu sebagai respons atas munculnya wacana Anies maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di gelanggang Pilpres 2019.

Rasdulah menyatakan dirinya dan para tukang becak di DKI ingin Anies memenuhi janjinya untuk memberikan bakti pada rakyat Jakarta. Dia meminta mantan Menteri Pendidikan RI itu tak mudah tergoda akan ajakan partai politik.

Catatan Redaksi: Redaksi mengganti foto ilustrasi pada berita ini pukul 15.30 WIB. Foto kami ubah untuk menyesuaikan lokasi ilustrasi di Jakarta.
(DAL/DAL)