Pihak KRL Minta Maaf soal Penerapan Tiket Kertas

Oscar Ferry, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 07:32 WIB
Pihak KRL Minta Maaf soal Penerapan Tiket Kertas Ilustrasi penumpang KRL membludak. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf terkait pembaharuan atau pemeliharaan sistem tiket elektronik yang membuat para penumpang KRL berburu tiket kertas dan mengakibatkan antrean panjang. Pembaharuan sistem tiket commuter line ini sudah berlangsung sejak Sabtu (21/7).

"PT KCI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna KRL selama masa pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik," ujar VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Chairunisa dalam pesan singkatnya, Senin (23/7).

"Permintaan maaf khususnya kami sampaikan kepada para pelanggan setia kami, pemilik Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik dari bank yang tetap perlu melakukan transaksi tiket pada loket sebelum menggunakan jasa KRL selama masa pemeliharaan berlangsung," ucap dia.


Pembaharuan sistem ini berdampak domino, mulai dari pergantian tiket perjalanan KRL menjadi manual, dalam hal ini tiket kertas, hingga penumpang membludak di beberapa stasiun dan mengantre panjang di loket.

Antrean memanjang karena pengguna kartu e-Money atau flash pun terpaksa ikut berburu tiket kertas seharga Rp3000 untuk sekali perjalanan. Keluhan penumpang soal antrean pembelian tiket terjadi di beberapa tempat.

Sejumlah forum dan komunitas berbagi informasi KRL seperti @JalurSerpong mengabarkan antrean di Bogor tak terbendung karena pintu masuk atau gate yang dibatasi petugas.

Penumpang pun mengeluh atas pembatasan gate tersebut dan memaksa petugas membuka seluruh gate.

Sementara di Rawa Buntu antrean dilaporkan mengular hingga ke luar stasiun.

Di Bekasi, penumpang melaporkan antrean tiket mengular hingga 100 meter sejak pukul 05.40 WIB.

Eva mengatakan pihaknya sudah menerjunkan seluruh petugas di stasiun untuk pelayanan terhadap membludaknya penumpang ini. Eva mengimbau para penumpang memnyiapkan uang pas untuk membeli tiket kertas guna mempercepat proses transaksi di loket.

"Prosedur pembeliannya, pengguna dapat mengantre di loket maupun pada petugas di luar loket yang melayani pembelian tiket kertas ini," kata dia.

"PT KCI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini seluruh petugas telah dikerahkan untuk mendukung pembaharuan sistem sekaligus membantu layanan kepada para pengguna KRL," ucap Eva.