Stasiun KRL Antre Panjang karena Pembaruan Sistem

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Minggu, 22/07/2018 12:27 WIB
Stasiun KRL Antre Panjang karena Pembaruan Sistem Penumpukan penumpang di Stasiun KRL Kebayoran. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpukan penumpang terjadi di pintu masuk dan pintu keluar setiap stasiun KRL Commuter Line, Minggu (22/7). Tidak semua gate dapat digunakan. Pantauan CNNIndonesia.com di Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Kebayoran, antrean panjang terjadi tanpa ada pemberitahuan petugas.

Salah satu penumpang bernama Rosidah (44) yang hendak menaiki kereta dari Stasiun Rawa Buntu mengaku kesal dengan antrean panjang yang juga terjadi di loket pembelian tiket stasiun. Itu membuatnya ketinggalan kereta dengan tujuan Tanah Abang.

"Ini ngantre panjang tapi tidak ada pemberitahuannya kenapa, saya tap kartu [menempelkan kartu] berkali-kali tapi enggak bisa masuk, petugas di sana hanya diam saja, sampai inisiatif sendiri nyari pintu yang bisa tap dengan kartu saya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com di stasiun Rawa Buntu, Minggu (22/7).



Di Stasiun Kebayoran, antrean juga terjadi hampir satu meter. Dari tujuh gate yang ada, hanya satu yang dibuka. Itu pun tidak untuk pengguna kartu multi trip dan e-money.

"Yang menggunakan kartu multi trip dan e-money silakan ke pintu sebelah sana," ujar salah satu petugas.

Imam, salah satu penumpang Commuter Line dari Stasiun Depok juga mengaku mengalami antrean yang cukup panjang untuk masuk ke area stasiun. Itu memakan waktu sekitar 10 menit.


"Ada sembilan gate, yang aktif cuma dua, satu keluar, satu masuk. Untuk masuk stasiun ada kali ratusan penumpang, untuk keluar enggak begitu antre," ia bercerita.

Imam pun menemukan antrean panjang di loket, karena masih banyak yang tidak tahu bahwa ada sistem pembaruan tiket. "Ada yang sudah antre disuruh tuker tiketnya ke loket. Ngantre hampir 10 menit," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Keluhan serupa juga dialami oleh Gerardus, penumpang Commuter Line dari Stasiun Pondok Cina. Dirinya harus rela tertinggal kereta karena antrean masuk yang panjang.


"Antrean cukup panjang, sampai saya kesal karena cuman satu gate yang dipakai, jadi ketinggalan kereta, saya harus nunggu lagi akhirnya," ucapnya.

VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa belum dapat memastikan hingga kapan perbaikan akan dilakukan. Ganguan tersebut terjadi sejak pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator layanan KRL Commuter Line di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna terkait antrean pada loket dan gate elektronik untuk masuk serta keluar di beberapa stasiun pagi hari ini," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com.


Eva mengatakan, gangguan tersebut terjadi lantaran sedang ada pembaruan dan pemeliharaan sistem pada perangkat ticketing. Kendala yang dialami tersebut karena sempitnya rentang waktu saat KRL tidak beroperasi dan tidak ada transaksi tiket pengguna.

Perangkat Gate dan POS (point of sales) loket di beberapa stasiun pun hingga kini masih dalam proses pemeliharaan dan belum dapat dioperasikan untuk melayani penumpang.

"Waktu pelaksanaan proses tersebut diprogramkan akan selesai pada hari ini dan diharapkan seluruh perangkat sudah dapat dioperasikan untuk pelayanan," tuturnya. (rsa)