Anies akan Tertibkan Ojek Online yang Mangkal Pinggir Jalan

Patricia Diah Ayu Saraswati | CNN Indonesia
Senin, 23 Jul 2018 09:07 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan akan memanggil pihak pengelola ojek online karena keberadaan para ojol dianggap telah mengganggu kelancaran lalu lintas. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menertibkan ojek online yang mangkal di pinggir jalan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memanggil perusahaan atau pengelola ojek online (ojol) ka Balai Kota karena keberadaan ojol dianggap telah menyebabkan kemacetan saat menunggu penumpang atau mengetem di pinggir jalan.

"Nanti kita panggilin semuanya, Dishub sudah berapa kali komunikasi," kata Anies di kawasan Sudirman, Minggu (22/7).

Menurut Anies, sistem ojol yang menjemput setiap penumpang justru menyebabkan kemacetan karena jumlahnya yang begitu banyak.


Anies pun meminta para pengelola ojol untuk mulai memikirkan tentang tempat transit yang bisa digunakan oleh driver ojol untuk menunggu para penumpang.

Dengan tempat transit tersebut, kata Anies, maka driver ojol tidak akan lagi menunggu penumpang di pinggir-pinggir jalan raya.

"Tempat-tempat untuk transit, untuk penjemputan, karena kalau seperti ini (menunggu di pinggir jalan) terus akan menimbulkan masalah terus," tuturnya.

Tak hanya kepada pengelola, Anies juga mengimbau kepada para driver ojol untuk tak lagi mangkal di pinggir jalan, bahkan ditrotar.

Anies pun menyebut akan melakukan tindakan tegas terhadap driver ojol yang masih mangkal di pinggir jalan atau trotoar.

"Kita tertibkan, nanti kita tertibkan semuanya," ujar Anies.
Anies Larang Ojek Online Mangkal di Pinggir JalanSejumlah pengemudi ojek online melakukan konvoi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.  (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Yani Wahyu mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para driver ojol yang masih mangkal di trotoar.


Penertiban akan dilakukan terutama bagi para pengemudi ojek online yang mangkal di jalanan protokol dan kawasan strategis seperti kawasan lingkar Medan Merdeka dan Sudirman-Thamrin.

Tindakan tegas itu, kata Yani, dilakukan karena trotoar bukan diperuntukkan bagi para driver ojol, melainkan untuk para pejalan kaki.

Apalagi, lanjutnya, saat ini Pemprov DKI juga telah memperbaiki trotoar di jalanan ibu kota yang memang ditujukan bagi kenyamanan para pejalan kaki.

"Saya tidak akan mentolerir siappun yang ingin memanfaatkan trotoar selain untuk pejalan kaki," kata Yani kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/7).

Terkait dengan tindakan tegas tersebut, Yani menyebut pihaknya tak segan untuk langsung menciduk para driver ojol yang kedapatan mangkal di atas trotoar.

"Kalau kita kasih peringatan ke mana kalau orangya ganti-ganti lagi, kita angkat aja," tuturnya. (gil/gil)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER