Janji Tuntaskan Program, Anies Tetap Tak Tegas Soal Pilpres

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 15:40 WIB
Anies Baswedan tak menjeawab tegas soal kemungkinan dia maju di Pilpres 2019. Padahal di depan pendemo dia menjamin menuntasi janji-janji kampanye. Anies Baswedan tak menjeawab tegas soal kemungkinan dia maju di Pilpres 2019. Padahal di depan pendemo dia menjamin menuntasi janji-janji kampanye. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih enggan memberikan penegasan soal kemungkinan pencalonan dirinya di Pilpres 2019 mendatang.

Padahal di hadapan para pendemo yang mendesak dirinya untuk tetap memimpin Jakarta selama lima tahun, Anies menjamin akan menuntaskan janji kampanye yang ia sampaikan saat Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

Saat ditanya oleh awak media, apakah Anies akan tetap memimpin Jakarta untuk menuntaskan janjinya, ia hanya menjawab jika janji memang harus dituntaskan.


"Semua yang dijanjikan harus dilunasi, iya dong sudah dijanjiin kok," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (23/7).

Apalagi, menurut Anies, gubernur memang memiliki kewajiban untuk menuntaskan janjinya kepada warga.

Namun, saat ditanya lebih lanjut apakah yang akan menuntaskan janji tersebut adalah Anies selaku gubernur atau bukan, Anies tak menjawabnya secara tegas.

"Udah ah," ujar Anies sambil tersenyum.

Pun saat disinggung soal tawaran menjadi capres ataupun cawapres, Anies mengaku belum memiliki jawaban atas hal tersebut.

"Banyak yang bilang begitu, tetap menolak, tetap menerima. Belum ada pembicaraan ke sana," tuturnya.

Lebih dari itu, Anies pun enggan berspekulasi lebih jauh soal Pilpres 2019 mendatang. Sebab, menurut Anies, dia bukan bagian dari pihak-pihak yang berspekulasi.

"Silakan orang lain berspekulasi, saya bukan bagian berspekulasi, saya bagian menjalani yang ada," kata Anies.

Nama Anies Baswedan belakangan makin santer bakal ikut maju dalam Pilpres 2019. Bersama AHY, dia menjadi salah satu kandidat cawapres paling kuat untuk mendampingi Prabowo Subianto. Anies tak pernah memberi jawaban tegas terkait isu yang beredar tersebut.

Namun sejumlah pihak di DKI tak ingin Anies meninggalkan ibu kota demi melenggang ke istana. Misalnya Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Serikat Becak Jakarta (Sebaja).

Mereka melakukan aksi di depan Balai Kota DKI. Koordinator Sebaja Rasdulah meminta Anies untuk menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur selama lima tahun.

Alasannya, kata Rasdulah, ia bersama para tukang becak dan warga Jakarta lainnya memilih Anies sebagai gubernur bukan untuk bekerja selama delapan bulan saja, tetapi lima tahun.

"Kalau delapan bulan, kan, yang namanya ibu-ibu yang bunting aja sampai sembilan bulan, masa ini baru delapan bulan ini mau loncat kayak kodok," kata Rasdulah di sela aksi demo JRMK dan Sebaja di depan Balai Kota Jakarta, Senin (23/7). (osc)