Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade mengatakan pidato Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyo memberi sinyal kuat Demokrat tidak akan mendukung Joko Widodo di Pilpres tahun depan.
"Kalau kami dengar pidato Pak SBY itu sudah jelas Pak SBY tidak mungkin di poros Pak Jokowi," ujar Andre saat dihubungi, Rabu (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan SBY lain yang tidak kalah penting membuat Gerindra optimis, kata Andre, terkait dengan status Agus Harimurti Yudhoyono bukan hanga mati menjadi cawapres. Pernyataan itu disebut sebagai jembatan Gerindra dan Demokrat, serta PKS dan PAN merapat untuk berkoalisi.
"Kita lihat nanti, kita analisis bersama-sama. Kita bicara secara kekeluargaan, samakan tujuan untuk memperbaiki dan menyelematkan nasib bangsa seperti yang disampaikan Pak SBY dan Pak Prabowo tadi malam," ujarnya.
Di sisi lain, Andre juga menyampaikan Gerindra menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, hari ini. Rapat untuk membahas persiapan pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 itu dihadiri oleh seluruh pengurus Gerindra di daerah hingga pusat, termasuk di DPR.
"Kami konsolidasi internal, ini kan tahun politik mau menghadapi pemilu tentu partai butuh konsolidasi internal yang melibatkan seluruh pengurus," ujar Andre.
Andre tdak mengelak materi capres dan cawapres akan dibahas oleh Prabowo dan sejumlah pihak di dalam rakornis. Akan tetapi, hal tersebut diklaim bukan dari inti dari rakornis.
"Pasti disinggunglah sama Pak Prabowo soal langkah-langkah koalisi, tapi intinya ini konsolidasi internal saja untuk konsolidasi pemilu Pileg dan Pilpres," ujarnya.
SBY juga menyatakan AHY bukan harga mati sebagai cawapres. Tak hanya itu, SBY sempat mengaku memiliki hambatan untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
SBY-Zulhas Bertemu
Manuver Demokrat jelang masa pendaftaran Pilpres 2019 makin intens. Setelah bertemu dengan Prabowo, SBY dipastikan bakal menemui Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan malam nanti.
Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto mengakui pertemuan nanti malam berkaitan dengan hasil pembahasan koalisi dengan Prabowo.
"Ini merupakan tindak lanjut daripada pertemuan (SBY-Prabowo) tadi malam tersebut," tutur Agus di kompleks DPR RI, Rabu (25/7).
Pertemuan SBY dengan Prabowo semalam membahas kemungkinan koalisi kedua partai yang mereka pimpin. Hal ini menjadi sinyal yang memperkuat Demokrat bakal mendukung Prabowo.
Agus melanjutkan pertemuan dengan Zulhas nanti merupakan koordinasi yang penting dilakukan terhadap partai-partai yang berniat membangun koalisi. Ia pun menolak menduga-duga apakah pertemuan bosnya nanti bertujuan mengajak PAN bergabung ke poros pendukung Prabowo.
"Kita lihat saja nanti," imbuhnya.
SBY dalam konferensi pers semalam mengatakan penjajakan koalisi dengan kubu Jokowi sudah berjalan setahun lamanya. Namun selama komunikasi tersebut, SBY menyebut ada sejumlah hambatan dan rintangan sehingga penjajakan tak mulus berjalan.
"Pak Jokowi berharap Demokrat berada di dalam. Tapi juga sadar ada hambatan dan rintangan. Tidak perlu saya jelaskan secara detail," kata SBY usai menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, Jakarta, Selasa (24/7).
Dalam pertemuannya dengan Prabowo, SBY mengakui bahwa kemungkinan membangun koalisi dengan Gerindra terbuka lebar. Pertemuan yang menghabiskan waktu 1,5 jam di kediamannya SBY di Kuningan, Jakarta Selatan itu memunculkan tiga poin kesepakatan. (osc)