Alasan Lurah Paseban Kerahkan PPSU Bikin Mural Asian Games

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 15:06 WIB
Alasan Lurah Paseban Kerahkan PPSU Bikin Mural Asian Games Petugas PPSU melukis mural di depan kantor Kelurahan Paseban, Jakpus, Rabu (24/7) untuk memeriahkan Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil).
Jakarta, CNN Indonesia -- Lurah Paseban, Jakarta Pusat, Arif Budianto Ismutakhirum membeberkan alasan mengapa petugas PPSU ditunjuk untuk melukis gambar-gambar atau mural bertema Asian Games 2018 di sarana publik seperti tiang jalan layang non tol dan pedestrian canstins (trotoar).

Menurut dia, keterlibatan anggota PPSU ini bukan perintah langsung dari Gubernur Anies Baswedan. Anies hanya menginstruksikan setiap wilayah di Jakarta turut mempercantik kota dalam rangka menyambut tamu Asian Games 2018.

"Kenapa PPSU, bukan seniman? Ya karena yang saya tangkap Pak Gubernur ingin meningkatkan partisipasi warga. Saya percaya nggak susah Pemprov untuk kerjasama dengan perusahaan cat atau seniman, kalau begitu di mana partisipasi warga?" kata Arif saat berbincang dengan CNNIndonesia.com Rabu (25/7).


Dia mengakui ada beberapa wilayah seperti Kemayoran dan Thamrin yang bekerjasama dengan perusahaan cat. Alasannya mungkin karena berdekatan dengan jalur yang dilewati para atlet.

Partisipasi masyarakat, kata Arif tidak hanya sekadar mengumpulkan dana untuk mempercantik kota. Tetapi juga ikut mengecat, ikut memasang umbul-umbul, dan spanduk. Pembuatan mural di Paseban pun memang tak semua dilakukan oleh PPSU, tetapi juga warga.

Arif mengatakan tugas utama PPSU adalah memastikan kebersihan lingkungan, namun mereka memiliki bagian dan tugas masing-masing.

"PPSU itu punya keahlian masing-masing jadi kita berdayakan saja keahlian mereka," tutupnya.

Mengenai anggaran mempercantik wilayah, Arif mengaku menggunakan dana swadaya masyarakat lingkungan RT dan RW. Arif juga mengambil anggaran bulanan PPSU untuk pengecatan sarana umum untuk pembuatan mural ini.

"Kalau dana khusus Asian Games enggak ada. Kemudian kita ambil dari anggaran PPSU bulanan mereka ngecat prasana umum," kata dia.

Arif mengatakan bahwa anggaran mengecat satu spot dengan lainnya berbeda beda, namun tidak sampai Rp1 juta rupiah tiap titiknya. Pihaknya juga memanfaatkan cat-cat yang sudah dibeli sebelumnya untuk keperluan pengecatan sarana umum.

Lebih lanjut Arif mengatakabn pihak Kelurahan Paseban sudah memilih spot-spot yang akan dilukis. Kelurahan Paseban rencananya akan menggambari enam spot di wilayahnya. Spot yang dipilih biasanya merupakan tempat-tempat yang sering dilewati warga dan perlu diperindah.

"Ngecat di kantor kelurahan, tembok trotoar, jembatan, jalan Paseban Raya, dan Salemba Raya. Nanti di underpass Matraman juga," kata dia. (osc)