Janji Kampanye Anies Dinilai Persulit Realisasi OK Otrip

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 12:28 WIB
Janji Kampanye Anies Dinilai Persulit Realisasi OK Otrip Janji kampanye Anies-Sandi soal ongkos OK Otrip Rp5.000 disebut menjadi salah satu faktor pelaksanaan program transportasi itu belum mencapai target. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menilai janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mempersulit realisasi program OK Otrip.

Kepala LKPP Agus Prabowo menyatakan janji Anies-Sandi soal ongkos OK Otrip Rp5.000 menyulitkan negosiasi dengan para operator transportasi.

"Tapi di luar sudah ada pengaruh, mohon maaf, saya sebut janji kampanye. Apalagi waktu kampanye disebut Rp5.000 per orang. Angka ini bisa menjebak di angka Rp5.000 per kilometer," kata Agus saat ditemui usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Transjakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/7) malam.



Agus menyampaikan mau tak mau janji kampanye itu memengaruhi kondisi psikologis sopir, pemilik kendaraan, dan operator transportasi. Operator, katanya, jadi memiliki pola pikir Pemprov DKI akan membayar mereka Rp5.000 setiap kilometer.

LKPP sebelumnya turun membantu Pemprov DKI untuk melakukan penghitungan biaya public service obligation (PSO) yang harus dibayarkan ke para operator OK Otrip.

LKPP menilai Pemprov DKI harus membayar Rp3.739 setiap kilometernya. Namun angka itu ditolak para calon operator. Akibatnya hingga kini baru dua yang bergabung. Padahal, sebelumnya ditargetkan sebelas operator yang ditargetkan bergabung hingga akhir 2018.

"Jadi bukan masalah harga rupiah per kilometer saja, tapi juga psikologi sopir, pemilik, dan operator. Suasana psikologi dicantumkan dalam angka ini susah banget," ucapnya.

Sebelumnya, OK Otrip yang jadi solusi andalan transportasi ala Anies-Sandi dapat rapor merah dari DPRD DKI. Salah satu yang jadi sorotan OK Otrip baru berhasil melakukan kesepakatan (deal) dengan dua dari sebelas target operator.

Operator yang belum sepakat, di antaranya Kolamas menginginkan tarif di angka Rp4.800 per kilometer.

Akibat belum mencapai target jumlah operator, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno memutuskan untuk memperpanjang masa uji coba OK Otrip hingga Agustus 2018.

Sebelumnya, uji coba diterapkan pada Februari hingga April 2018. Lalu diperpanjang hingga 15 Juli. Sehingga kali ini jadi kali ketiga Pemprov DKI memperpanjang masa uji coba OK Otrip.

(kid)