Fahri Klaim Gerakan Anti-Jokowi Makin Menguat

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 17:29 WIB
Fahri Klaim Gerakan Anti-Jokowi Makin Menguat Fahri Hamzah yakin Jokowi kalah di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PKS Fahri Hamzah yakin Joko Widodo kalah dalam Pilpres 2019. Menurutnya, petahana itu kalah karena gerakan anti-Jokowi semakin menguat.
 
"Kalau pemilu terus terang saya punya feeling kuat sekali bahwa Pak Jokowi enggak mungkin menang. Berat menurut saya karena arus anti-Jokowi ini," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/7).
 
Fahri mengatakan derasnya gerakan anti Jokowi bukan bualan belaka. Hal itu terbukti saat dirinya tengah berada di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.


Saat berada di NTB, Fahri menyebut tidak ada pendukung Jokowi yang hadir untuk hadir dalam acaranya.
 
Lebih lanjut, Fahri menduga kuatnya gerakan anti-Jokowi disebabkan oleh sejumlah pencitraan yang dilakukan oleh Jokowi selama ini lewat sejumlah program. Padahal, ia menilai program pencitraan itu diklaim tidak berdampak bagi semua pihak, terutama pemilih pemula.


Pemilih pemula, kata Fahri, sudah tidak ingin dipimpin oleh Jokowi.
 
"Kelebihan angkatan muda ini gagal ditangkap Pak Jokowi dan gagal dilayani sehingga anak-anak muda ini tidak tersentuh dan Pak Jokowi mudah dikalahkan," ujar Fahri.
 
Lebih dari itu, ia mengatakan kekalahan Jokowi juga dampak dari inisiatif dari elit politik yang menjadi oposisi. 



Bahkan, ia menyebut pertemuan antara Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto menambah keyakinannya Jokowi kalah di Pilpres 2019.
 
"Tadi malam itu (SBY-Prabowo bertemu) wah udah K.O itu (Jokowi), bablas, selesai itu," ujarnya. (DAL/DAL)