"Dalam pembicaraan semalam dengan Gerindra-Prabowo-SBY, saya juga tidak menawarkan menyarankan bahwa kader Demokrat sebagai cawapres beliau," terang SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).
Menurut SBY, Prabowo sebagai capres harus mendapat kebebasan dalam memilih pendampingnya menjalankan visi misinya. Parpol pengusung seharusnya memberikan dukungan, bukan mendikte apalagi memaksa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan kalau kita cocok ini berjodoh dan ditakdirkan Allah untuk berkoalisi pak Prabowo lah sebagai capres yang menyampaikan pada kami-kami siapa cawapres yang dipilih, ayo ada komunikasinya," ujarnya.
"Posisi kami sebagai parpol harus seperti itu. Tadi dengan pak Zulhas kami juga sepakat bahwa kita-kita ini jangan malah merecoki capres dengan memaksakan cawapres," ujarnya.
Sebelum pertemuan, Zulhas mengatakan posisi partainya di Pilpres 2019 baru akan ditegaskan usai menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) paling lambat 5 Agustus mendatang.
Sementara itu Demokrat baru sebatas memberi sinyal koalisi dengan Gerindra. Itu dikatakan SBY usai bertemu Ketua Gerindra Prabowo Subianto, kemarin malam di tempat yang sama. (eks)