Kronologi Pengadangan di Bandara Batam versi Neno Warisman

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 23:46 WIB
Kronologi Pengadangan di Bandara Batam versi Neno Warisman Aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman dan rombongannya masih tertahan di bandara Hang Nadim, Batam akibat terhadang massa yang menolaknya dari sore. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman, Alang, dan rombongannya masih tertahan di bandara Hang Nadim, Batam akibat terhadang massa yang menolaknya dari sore.

Saat dihubungi CNNIndonesia.com pada 22.30 WIB, Neno mengutarakan ia beserta rombongan masih berada di ruang tunggu karena terhadang massa yang menolak mereka di luar bandara Kepulauan Riau tersebut.

Di luar katanya ada polisi. Namun tidak bisa membubarkan massa yang katanya sudah berkumpul dari jam 11 siang tadi. Kami mendarat baru jam 5 (17.00 WIB)," ujar Neno saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (28/7) malam WIB.



Sebelumnya, dalam video viral yang direkam di musala bandara tersebut, Neno berkeluh kesah mengenai aksi pengadangan yang terjadi atas dirinya dan rombongan.

Neno sendiri menyatakan pihaknya mendatangi Batam karena undangan panitia demi mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar di halaman Masjid Agung, Batam Centre, pada Minggu (29/7) pagi.

Pada video yang direkam selepas senja dan lalu viral di media sosial, Neno menyatakan, "Kita ini warga negara mau menyuarakan pendapat kita, ekspresi, dijamin oleh undang-undang, dan gerakan relawan ganti presiden ini konstitusional. Nggak melanggar apa-apa. Kenapa musti sampai kayak gini sih."

Selanjutnya, dalam rekaan video yang sama Neno menerangkan saat pesawat yang membawa ia dan rombongan mendarat di bandara Hang Nadim dirinya tak tahu akan ada aksi tersebut. Namun, ia mengaku mendapatkan perasaan tak enak saat turun dari pesawat akibat banyak yang memotret dirinya.

"Saya sampai jengah begitu kan. Apa sih? Tapi saya masih belum ngeh (ada aksi penolakan)," katanya.

Ia lalu menuturkan ketika sampai di pemeriksaan X-Ray, ada petugas dari Polda Kepri mengatakan keadaan nggak aman di luar bandara.

"Terus saya diminta masuk ke dalam ruangan, tapi di dalam ruangan itu kok saya di foto-foto lagi. Nah saya kan jadi jengah. Lalu saya keluar, nggak ah, saya ini. Nah ketika saya ke luar, berapa langkah, terus ada orang nendang... Kayak ada kerusuhan kecil terus orangnya diamankan. Terus ketika saya melangkah ke luar lagi, ada massa teriak-teriak, ada teriakan kayak pengkhianat NKRI atau apa gitu. Saya sedih banget," imbuhnya lalu tercekat pada video viral tersebut.

Sementara itu, salah satu dalam rombongan Neno, Zul, saat dihubungi CNNIndonesia.com membenarkan perihal seseorang yang melakukan keributan dengan menendang tong sampah.

"Ada orang yang coba bikin keributan dengan menendang tong sampah pada saat kita mau ke pintu keluar," ujar Zul. Saat ditanya lebih lanjut mengenai pelaku tersebut, ia menjawab, "Nggak tahu kita."

Kronologi Pengadangan di Bandara Batam versi Neno WarismanAktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman dan rombongan berada di ruang tunggu bandara Hang Nadim, Batam,  dari senja hingga hampir tengah malam, Sabtu, 28 Juli 2018. (Dok. Istimewa)

Terkait pengadangan massa yang menolak ia dan rombongan, kepada CNNIndonesia.com kemudian Neno menegaskan masih tetap akan bertahan di bandara tersebut. Ia menyatakan saat ini sejumlah pihak sedang berupaya untuk membantunya keluar, termasuk elemen ormas, ketua wilayah parpol Gerindra yang juga mendukung gerakan #2019GantiPresiden, dan majelis taklim setempat.

Berdasarkan pantauan dari media setempat, disebutkan Polda Kepri mengerahkan satu peleton anggota Brimob untuk membantu unit kepolisian di sana. Namun, hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum bisa mendapatkan keterangan dari kepolisian setempat.

(kid)