Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani mengatakan koalisi bakal menyiapkan 'sersan' untuk berkompetisi tahun depan.
"Kontestasinya harus serius tetapi tidak boleh tegang. Sersan lah. Serius tapi santai. Jadi harus ada ketawanya, harus ada ruang untuk saling berkomunikasi dengan enak," kata Arsul di Kebun Raya Bogor, Selasa (31/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G. Plate mengatakan mereka akan menggunakan politik rasional untuk memenangkan kembali Presiden Jokowi.
"Dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi, kami sebut politik rasional untuk menghindari eksploitasi SARA berlebihan. Jangan sampai Pemilu ditandai berita hoaks. Itu komitmen kami," ucap Plate.
Politik rasional nantinya dilakukan seluruh anggota koalisi mulai dari pusat hingga sekitar 21 ribu calon legislatif partai pendukung. Semuanya, kata Plate, akan dilengkapi data dan fakta capaian kinerja Jokowi selama ini.
Oleh sebab itu, Plate meyakini pelibatan Caleg bakal efektif dalam mengedukasi masyarakat sebab mereka berada di garis terdepan di setiap daerah.
"Hal-hal teknis itu dibicarakan supaya menjaga kualitas demokrasi dan Pemilu lebih baik," kata Ketua Fraksi Nasdem ini.
Jokowi kini mengantongi dukungan enam parpol yang punya kursi di parlemen yakni PDIP, Golkar, PPP, PKB, Nasdem, dan Hanura. Dukungan juga didapat Jokowi dari tiga parpol nonparlemen yakni PKPI, Perindo dan PSI. (dal/sur)